Jadi Tersangka, Ustaz Bernard Abdul Jabbar Ajukan Penangguhan Penahanan

Rabu, 9 Oktober 2019 22:45 Reporter : Merdeka
Jadi Tersangka, Ustaz Bernard Abdul Jabbar Ajukan Penangguhan Penahanan Aziz Yanuar. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Tersangka penganiayaan relawan Jokowi Ninoy Karundeng, Ustaz Bernard Abdul Jabbar meminta penangguhan penahanan kepada polisi. Kata kuasa hukumnya, Azis Januar, Ustaz Bernard sedang mengalami sakit.

"Iya tadi siang sudah kita masukkan sesuai prosedur kepada Kapolda hingga ke tingkat penyidik serta jaminan dari istrinya. Kemudian disertai juga dengan bukti-bukti bahwa Ustaz Bernard itu sakit. Tadi malam itu agak pincang dan mulutnya agak kesulitan bicara," kata Azis di Polda Metro Jaya, Rabu (9/10).

Azis menyebutkan, kliennya itu sedang menjalani perawatan karena tengah mengidap beberapa penyakit. Kata dia, penyakit yang diderita Bernard ialah diabetes dan struk.

"Stroke dan diabetes dikhawatirkan terjadi hal-hal buruk," katanya.

Sebelumnya Ustaz Bernard menjadi salah satu tersangka dalam dugaan penganiayaan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Selain Bernard, polisi juga telah menetapkan beberapa orang lainnya. Tersangka tersebut diketahui berinisial AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R.

Polisi mengungkap peran-peran mereka. "Tersangka pertama inisialnya AA, kemudian ARS, YY. Ini (mereka) adalah perannya menyebarkan videonya dan kemudian juga membuat konten-konten berkaitan dengan hate speech di WA grup di sana," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Kantor Polda Metro Jakarta, Senin (7/10/2019).

Selanjutnya, kata Argo, ada tersangka RF dan Baros. Keduanya bertindak menyalin atau mengambil data yang berbeda di dalam laptop korban.

"Dia juga mengintervensi korban dia juga menghapus semua data-data yang ada di HP," ucap Argo.

Selanjutnya, lanjut Argo, ada juga tersangka dengan inisial Insinyur S. Insinyur S, kata Argo, merupakan seorang sekretaris masjid. Perannya ialah menyalin data di laptop korban. Selain itu, Insinyur S ini melakukan koordinasi dengan Munarman.

"Dia juga dapat perintah untuk hapus CCTV dan kemudian juga untuk tidak menyerahkan semua data kepada pihak kepolisian," kata Argo.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com [bal]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini