Jadi Tersangka Korupsi, Direktur Salah Satu BUMD di Serang Ditahan

Senin, 2 Desember 2019 21:36 Reporter : Dwi Prasetya
Jadi Tersangka Korupsi, Direktur Salah Satu BUMD di Serang Ditahan Ilustrasi Korupsi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur salah satu BUMD Kabupaten Serang, Tubagus Boyke F Sandjadirja ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) setelah ditetapkan tersangka dalam tindak pidana korupsi dana pengelolaan dan penyertaan modal pada PT Lemnaga Keuangan Mikro (LKM) Ciomas tahun 2016, dan menyebabkan kerugian negara senilai Rp1,8 miliar.

Selain Boyke, Kejari pun menahan Nazarudin selaku Kabag Dana PT LKM Ciomas. Sebelumnya, penyidik telah menjebloskan Kepala Bagian Kas PT LKM Ciomas, Kabupaten Serang, Ahmad Tamami dengan vonis hukuman selama 2 tahun penjara pada Februari 2019 lalu.

"Kami hari ini melakukan penahanan terhadap tersangka Boyke F Sandjadirja dan Nazarudin, terkait tindak pidana korupsi dana pengelolaan dan penyertaan modal di PT LKM Ciomas 2019," kata Kajari Serang Azhari didampingi kasi pidsus Sulta Donna Sitohang di Kantor Kejari Serang, Senin (2/12).

Azhari mengatakan, tersangka ditahan di Rutan Klas IIb Serang selama 20 hari ke depan. Penahanan ini dilakukan karena dikhawatirkan yang bersangkutan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

"Kami akan menyerahkan ke kasi peneliti jika sudah terpenuhi baik formil atau pun materil akan dilimpahkan ke pengadilan. Mudah-mudahan bisa cepat kita limpahkan ke pengadilan," katanya.

Keduanya dijerat dengan pasal 2 Jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana yang diubah dan diperbarui dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus korupsi itu terbongkar bermula dari banyaknya nasabah yang ingin melakukan penarikan tabungan. Namun ketika dicek, uang setoran nasabah tidak ada. Agar terhindar dari penarikan uang dari nasabah, diadakan rapat yang dipimpin Boyke selaku Direktur PT LKM Ciomas.

Dalam rapat itu Boyke memerintahkan Ahmad Tamami agar menggunakan dana kas PT LKM Ciomas untuk menalangi uang yang digunakan Ahmad Tamami, Nazaraduin dan Ratu Bariyah. Setelah ada kebocoran itu, Kantor Akuntansi Publik Asep Ramansyah Manshur melakukan audit. Berdasarkan hasil audit, terdapat selisih kas sebesar Rp1,8 miliar. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. Serang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini