Jadi Korban Kampanye Hitam, Dokter di Surabaya Lapor Polisi

Selasa, 27 Oktober 2020 03:01 Reporter : Erwin Yohanes
Jadi Korban Kampanye Hitam, Dokter di Surabaya Lapor Polisi Dokter Korban Kampanye Hitam di Surabaya Lapor Polisi. ©2020 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Merasa menjadi korban kampanye hitam atau black campaign soal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), seorang dokter di Surabaya melaporkan tiga akun buzzer ke polisi.

Serangan kampanye hitam ini menyerang secara personal kepada dokter gigi yang juga pengusaha, drg David Andreasmito. Ia, diketahui merupakan salah seorang pendukung dan sahabat dari Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin.

Dikonfirmasi seusai membuat laporan polisi di Polda Jatim, David Andreasmito menyatakan sangat menyayangkan cara-cara black campaign yang menyerang secara personal ke dirinya dan calon wali kota Machfud Arifin.

"Bukti-bukti ini sudah menampilkan gambar foto orang dan tulisan atau caption yang kurang pas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Itu menyerang secara personal dan menjurus ke fitnah," ujarnya, Senin (26/10).

Ia menyebut, ada tiga akun "buzzer" yang dilaporkannya ke Polda Jatim. Diantaranya adalah, akun instagram di._.rante, hingga screenshot akun twitter @digeeembokFC, serta akun facebook Rahmayanti Maya Dokter Mey, yang ikut menyebarkan foto-foto hoax.

"Saya melaporkan akun ini, karena saya lihat niatnya menyebarkan fitnah, mengadu-domba, mengganggu ketentraman warga Surabaya. Saya yakin, akun ini menyebarkan informasi hoax, informasi yang memfitnah, dan akun yang bukan dibuat oleh warga Surabaya. Oleh karena itu, saya datang ke Polda Jatim untuk melaporkan ujaran kebencian dan fitnah ini," terangnya.

Ia menambahkan, selama ini dirinya sering difitnah. Namun kali ini, dirinya tidak bisa tinggal diam, karena fitnah tersebut dikaitkan dengan Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020.

"Saya menduga ada pihak-pihak yang ingin menyerang dan mencari-cari kesalahan Pak Machfud Arifin, tapi tidak bisa menemukan karena Pak Machfud orangnya baik, peduli pada warga. Sehingga yang diserang saya dan dikait-kaitkan dengan Pak Machfud. Ini kotor dan keji," ujarnya.

Saat datang ke Mapolda Jatim, David juga membawa berbagai alat bukti seperti foto-foto yang menyerang secara personal dirinya maupun calon wali kota Machfud Arifin di akun instagram di._.rante, hingga screenshot akun twitter @digeeembokFC. Juga akun facebook Rahmayanti Maya Dokter Mey.

"Kita berharap polisi segera mengungkap dan menangkap pelaku penyebar hoax, fitnah dan mengganggu ketentraman warga Surabaya," harapnya.

Ia pun meminta kepada semua elemen masyarakat, untuk menjaga Kota Surabaya dari gangguan-gangguan orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

David juga berharap agar warga Surabaya juga berhati-hati memanfaatkan medsos, tidak ikut menyebarkan foto dan informasi yang hoaks, agar tidak terlibat dengan persoalan kasus hukum.

"Kita ingin Pilwali Surabaya ini sebagai pesta demokrasinya masyarakat Surabaya yang aman, damai, tentram," ujarnya.

Terpisah, kuasa hukum David Andreasmito, Aulia Rachman menerangkan, akun-akun yang menyerang secara personal calon wali kota Machfud Arifin maupun drg David Andreasmito adalah akun robot atau buzzer

"Itu akun-akun robot, akun yang tidak jelas. Oleh karena itu, saya berharap kepada Polda Jatim untuk menangkap orang-orang yang membuat akun-akun robot, maupun orang-orang yang ikut menyebarkan informasi dan caption foto-foto hoaks," tegas Rachman.

Yuyun Pramesti, kuasa hukum lainnya menambahkan, pasal yang disangkakan terhadap laporan tersebut yakni, Pasal 27 ayat 3 jo 45 ayat 1 Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Tentang tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran," katanya.

Sementara itu, dari bukti-bukti yang disodorkan ke polisi, terlihat berbagai macam tudingan yang terpampang dalam sebuah foto. Antara lain, David dituding menjadi backing Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin. Seperti, Calon wali kota hutang jasa ke mafia alkes. Hutang jasa dibalas proyek.

Ada juga foto yang Machfud Arifin dan drg David yang captionnya 'Calon Walkot Surabaya Dibekingi Mafia Alkes'. 'Machfud Arifin siapkan karpet merah untuk mafia alkes', maupun 'Mafia alkes siap rampok APBD Surabaya'.

Dalam Pilkada mendatang ini, Surabaya hanya terdiri dua pasangan calon saja yang bakal bersaing memperebutkan kursi Wali Kota Surabaya. Paslon nomor urut satu adalah Eri Cahyadi-Armuji. Sedangkan Paslon nomor urut dua adalah, Machfud Arifin-Mujiaman. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini