Jadi ASN Abal-Abal, Buruh Serabutan di Kebumen Tipu warga Ratusan Juta

Jumat, 16 Agustus 2019 01:25 Reporter : Abdul Aziz
Jadi ASN Abal-Abal, Buruh Serabutan di Kebumen Tipu warga Ratusan Juta Ilustrasi. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Diawali rasa malu pada mertua, CS (42) warga Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten yang hidup berkeluarga di Kabupaten Kebumen berpura-pura menjadi ASN di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tak hanya menipu keluarga, ia juga menipu 4 warga Desa Pesuningan, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen dengan menjanjikan pekerjaan di Kementerian tersebut dengan mahar ratusan juta.

CS diketahui telah menerima uang sebesar Rp 155 Juta dari para korban yang ingin dijadikan menjadi ASN di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kapolres Kebumen, AKBP Robertho mengatakan pelaku mengelabui keluarga dan korban sebagai PNS di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berkantor di Banyumanik, Semarang. Memuluskan penipuannya, pelaku sempat mengajak para korban berdinas, mengenakan seragam dinas, melakukan pengecekan aliran sungai di wilayah Kebumen, Wonosobo dan Purbalingga.

Pengelabuan pada para korban kurang lebih sudah berjalan 10 bulan seakan berdinas sebagai ASN di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Setelah kegiatan pengecekan, selanjutnya tersangka bersama para korban membuat laporan kegiatan. Jadi sangat rapih sekali aksinya," kata AKBP Robertho Pardede.

Para korban juga menerima gaji bulanan dari tersangka sebesar Rp 1,5 Juta hingga Rp 2,5 Juta Rupiah. Gaji palsu itu diserahkan pada setiap awal bulan berdasarkan lama masa dinas yang ditentukan oleh tersangka.

"Para korban curiga terhadap nomor NIK saat dicek tidak tercantum di kementerian tersebut," jelasnya didampingi Kasubbag Humas Polres Kebumen Kompol Suparno dan Iptu Tejo Suwono, Kamis (15/08) siang.

Sampai kasus ini dibongkar oleh Polsek Prembun, keluarga pelaku tidak tahu bahwa selama ini, CS merupakan ASN abal-abal. Kepada polisi tersangka mengaku aksinya untuk menutupi malu kepada Mertuanya. Ia merasa malu sebagai pengangguran.

Ia pun menipu keluarganya telah diterima menjadi ASN di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Untuk mengelabuhi keluarga, setiap pagi berpamitan kepada istri dengan seragam. Setelah jauh dari rumah seragam dilepas dan menjadi buruh serabutan.

"Tersangka melakukan hal tersebut karena himpitan ekonomi. Uang hasil nguli, ia kumpulkan dan diserahkan kepada istrinya saat awal bulan selayaknya pegawai negeri gajian," ujar Pardede.

Tersangka dijerat pasal 378 Jo 372 KUHP dengan ancaman kurungan paling lama 4 tahun penjara.

Sejumlah barang bukti selip gaji palsu, seragam, papan nama dan kartu pengenal serta sepeda motor matic diamankan penyidik untuk kepentingan penyidikan. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Penipuan
  2. Kebumen
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini