Isu 10 juta buruh China di Indonesia 'plintiran' media abal-abal
Merdeka.com - Persoalan tenaga kerja asing ilegal asal China tengah menjadi perbincangan. Kabarnya, jumlah buruh ilegal China menetap dan bekerja mencapai 10 juta jiwa. Presiden Joko Widodo dibuat geram dengan isu tersebut. Jokowi meminta kepolisian menindak tegas penyebar isu puluhan juta buruh China masuk ke Indonesia itu.
Pengamat Pengamat media dan politik Ignatius Haryanto menilai isu masuknya 10 juta buruh China adalah dipelintir oleh media-media massa tertentu. Berita sebenarnya adalah Kementerian Pariwisata menargetkan 10 juta turis asal China datang ke Indonesia hingga 2019.
"Muncul isu soal kedatangan 10 juta pekerja asal China. Tenyata itu adalah pelintiran dari target Kementerian Pariwisata terhadap wisatawan asal China, sejumlah 10 juta orang," kata Ignatius di LBH Jakarta, Kamis (29/12).
Untuk masalah ini, dia melihat wartawan sering menggunakan narasumber tidak kredibel dan cenderung spekulatif tanpa data yang valid, termasuk soal isu kedatangan buruh asing asal China. "Narasumber tidak kredibel. Narasumber yang spekulatif (berandai-andai) tapi tidak berbasis fakta atau data," jelasnya.
Selain faktor narasumber, Ignatius juga menyoroti soal kekritisan pewarta tidak kritis tentang data isu buruh asing China. Termasuk upaya wartawan dalam mengkroscek kebenaran isu tersebut.
"Wartawan atau penulis tidak kritis soal data tidak cek dan ricek soal data yang 'too good to be true'. Bayangkan berapa realitas fisik dari kehadiran 10 juta orang jumlah penduduk DKI Jakarta atau dua kali lipat jumlah penduduk Singapura," jelasnya.
Tak sedikit pula, lanjutnya, media massa memasang judul provokatif dan tidak sesuai dengan konteks pernyataan narasumber. Ignatius juga melihat banyak media massa abal-abal yang mereproduksi berita dari media lain.
"Judul yang provokaktif dan menyesatkan media hanya mengejar klik terutama media abal-abal. Banyak media hanya mengkloning berita dan dari dari tempat lain media, tidak memproduksi berita-berita sendiri banyak logical fallacies yang disebarluaskan media padahal dibangun atas data atau fakta yang salah," tegas dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menepis tudingan Indonesia telah dimasuki 10 juta tenaga kerja Tiongkok ilegal. Jokowi menyebut isu itu sudah meresahkan. Dia menilai sudah sepatutnya kepolisian menindak penyebar isu tersebut.
Itu urusannya polisilah, urusannya polisi. Tapi hal yang meresahkan seperti itu memang harus ditindak," kata Jokowi usai menghadiri Deklarasi Pemagangan Nasional Menuju Indonesia Kompeten di Karawang, Jawa Barat, Jumat (23/12).
Jokowi mengatakan jumlah tenaga kerja Tiongkok di Indonesia hanya berjumlah 21 ribu. Dia mengatakan pula tak mungkin warga Negeri Tirai Bambu berbondong-bondong ke Indonesia karena gaji yang diperoleh di tanah air lebih rendah ketimbang gaji yang didapat apabila bekerja di negara mereka sendiri.
"Logikanya ndak mungkin karena kita harus ngomong apa adanya, gaji di sana sudah dua sampai tiga kali lipat gaji di sini nggak mungkin dong mereka ke sini, logikanya itu," ujarnya.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya