Istri dan anak tiga polisi korban penembakan diduga dilakukan anggota TNI saat menggerebek judi sabung ayam di Negara Batin, Way Kanan, Lampung meminta bantuan hukum kepada pengacara kondang Hotman Paris. Mereka meminta agar Hotman melalui Tim 911 Hotman mengawal kasus penembakan tersebut hingga pelaku dihukum setimpal.
"Selamat malam bapak Hotman Paris saya Sabila Aina Sulistya anak dari AKP Anumerta Lusiyanto SH Kapolsek yang gugur dalam tugas penggerebekan sabung ayam di Way Kanan Lampung dengan ini saya sangat memohon bantuan hukum dari bapak Hotman Paris beserta tim Hotman 911 agar dapat mengawal kasus kami yang terjadi di wilayah Polres Way Kanan Polda Lampung," kata Sabila sambal terisak dalam video dikutip dari akun Instagram @hotmanparisofficial, Senin (24/3).
Sabila berharap bantuan dari Hotman Paris dan tim 911 Hotman sampai mendapat keadilan yang seadil adilnya. "Dikarenakan sampai hari ini para pelaku yang sudah jelas mengakui perbuatannya belum juga ditetapkan sebagai tersangka," ujar dia.
Permohonan bantuan hukum juga disampaikan Sasmiatun ibunda Sabila sekaligus istri AKP Anumerta Lusiyanto.
"Saya memohon bantuan dari bapak Hotman Paris beserta tim 911 agar dapat mengawal kasus penembakan suami saya saat bertugas penggerebekan judi sabung ayam yang dilakukan dua oknum anggota TNI di Negara Batin Way Kanan Lampung sampai kami mendapatkan keadilan yang seadil adilnya dikarenakan sampai saat ini pelaku yang sudah jelas mengakui perbuatannya belum juga ditetapkan sebagai tersangka," kata Sasmiatun.
Hal senada dikatakan ibunda Briptu Anumerta M Ghalib Surya Ganta, Suryalina meminta bantuan hukum kepada Hotman Paris agar mendapatkan keadilan.
"Kepada yang terhormat bapak Hotman Paris saya Suryalina ibu dari Briptu Anumerta M Ghalib Surya Ganta SH anggota yang gugur pada penggerebekan judi sabung ayam di Way Kanan dengan ini saya memohon dengan sangat kepada bapak Hotman Paris untuk membantu kami agar kami mendapatkan keadilan seadil adilnya dan hukum yang seberat beratnya bagaimana itu membuat sudah menghancurkan masa depan anak saya karena pelaku sudah membunuh anak saya secara sadis dan tidak ada kemanusiaan," kata Suryalina.
"Sampai saat itu sudah tujuh hari sejak kepergiaan anak saya belum ada kejelasan apapun padahal belum 40 hari suami saya berpulang sungguh ini adalah duka luar biasa dalam hidup saya. Semoga bapak Hotman Paris dan tim bersedia membantu kami," imbuh dia.
Hotman Paris merespons permintaan keluarga polisi korban penembakan tersebut. Dia mengaku telah menerima pengaduan dari keluarga korban terkait persoalan hukum tersebut.
"Halo bapak panglima TNI, halo bapak Pangdam 2 Sriwijaya, halo bapak Dandim Pondam yang menangani perkara ini keluarga korban maupun masyarakat telah menghubungi Hotman maupun 911 menanyakan kenapa sampai hari ini oknum TNI yang melakukan penembakan terhadap tiga polisi dan meninggal di arena judi ayam di Lampung sampai sekarang belum ditetapkan tersangka," kata Hotman dalam video diunggahnya di akun Instagram @hotmanparisofficial.
Menurut Hotman, proses hukum dalam kasus ini terhambat oleh isu setoran judi sabung ayam yang berkembang di masyarakat. Dia mengatakan isu tersebut tidak boleh menjadi penghalang dalam penegakan hukum terhadap pelaku penembakan.
"Ada gosip bahwa katanya ada oknum TNI menunda nunda penetapan tersangka tersebut dengan mengalihkannya ke isu setoran-setoran judi sabung ayam ke oknum Polsek dan oknum Koramil. Itu kan hal terpisah, itu tidak bisa dipakai sebagai alasan untuk menunda penetapan tersangka bapak agar perintahkan ke arah tindak pidana penembakan," kata Hotman.
Hotman meminta penyidikan fokus utama harus tetap pada tindak pidana penembakan dan bukan pada isu lainnya.
"Kalau ada setoran-setoran uang sebelumnya itu perkara terpisah jadi tolong fokus ke arah tindak pidana penembakan dan segera ditetapkan karena oknum TNI yang melakukan penembakan telah mengakui perbuatannya video ini dibuat sesuai isak tangis istri korban ke tim Hotman 911 dan saya akan kirimkan ke ring 1 ajudan Prabowo agar Prabowo yang adalah klien Hotman 25 tahun mendengarkan," tandas Hotman.