Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Istana Tak Ambil Langkah Hukum Terkait Pernyataan Agus Rahardjo Soal Jokowi Intervensi Kasus e-KTP<br>

Istana Tak Ambil Langkah Hukum Terkait Pernyataan Agus Rahardjo Soal Jokowi Intervensi Kasus e-KTP

Menurut Koordinator Stafus Presiden Ari Dwipayana, Presiden Jokowi sudah menjelaskan apa yang terjadi dalam kasus korupsi tersebut hingga akhirnya Setya Novanto divonis 15 tahun penjara.

Istana tidak mengambil langkah hukum terkait pernyataan mantan Ketua KPK Agus Rahardjo yang mengaku diminta Presiden Jokowi untuk memberhentikan kasus e-KTP dengan terpidana Setya Novanto (Setnov).

Menurut Koordinator Stafus Presiden Ari Dwipayana, Presiden Jokowi sudah menjelaskan apa yang terjadi dalam kasus korupsi tersebut hingga akhirnya Setya Novanto divonis 15 tahun penjara.

Sehingga, menurut Ari, hingga saat ini tidak ada langkah hukum diambil terkait pernyataan Agus.

"Presiden kan sudah menjelaskan kemarin ya sangat gamblang apa yang beliau sampaikan, saya kira itu sudah disampaikan kepada masyarakat apa yang jadi concern beliau, apa yang jadi pernyataan beliau itu sudah disampaikan secara terbuka," kata Ari di gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Selasa (6/12).

Istana Tak Ambil Langkah Hukum Terkait Pernyataan Agus Rahardjo Soal Jokowi Intervensi Kasus e-KTP

Ari menjelaskan, Istana lebih memilih mengedukasi masyarakat agar tidak mengambil informasi sepihak.

Presiden Jokowi sudah mengklarifikasi pernyataan Agus Rahardjo.

"Ini kan edukasi juga pada masyarakat ya supaya jangan ambil informasi sepihak dan itu sudah kemarin disampaikan secara jelas oleh bapak presiden, apa yang beliau sampaikan itu menurut saya sesuatu yang sudah clear," pungkas Ari.

Presiden Jokowi sudah mengklarifikasi pernyataan Agus Rahardjo.<br>

Respons Jokowi

Presiden Jokowi buka suara terkait pernyataan mantan Ketua KPK Agus Rahardjo yang diminta di untuk memberhentikan kasus e-KTP dengan terpidana Setya Novanto (Setnov).

Jokowi menegaskan, bahwa dirinya justru meminta Setnov mengikuti proses hukum yang ada.

Jokowi sudah menyampaikan agar mantan Ketum Golkar itu mengikuti proses hukum ketika tahun 2017 silam. Menurutnya, hal itu sudah banyak diberitakan.

"Ini yang pertama coba dilihat, dilihat di berita tahun 2017 di bulan November saya sampaikan saat itu Pak Novanto Pak Setya Novanto ikuti proses hukum yang ada, jelas, berita itu ada semuanya," kata Jokowi di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (4/12).

Kepala negara mengatakan, Setnov sudah divonis dengan hukuman 15 tahun penjara. Dia heran mengapa kasus ini kembali diramaikan.

"Yang kedua buktinya proses hukum berjalan, yang ketiga pak Setya Novanto sudah dihukum divonis dihukum berat 15 tahun," ucapnya.

"Terus untuk apa diramaikan itu, kepentingan apa diramaikan itu, untuk kepentingan apa," ujar Jokowi.

Jokowi Bantah bertemu Agus Rahardjo

Mantan Wali Kota Solo ini lalu ditanya soal pertemuannya dengan Agus. Jokowi membantah pernah bertemu dengan Agus membicarakan hal itu.

"Saya suruh cek saya sehari kan berapa puluh pertemuan, saya suruh cek di Setneg gak ada agenda yang di Setneg, gak ada, tolong di cek lagi aja," pungkasnya.

Pengakuan Agus Rahardjo

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)2015-2019 Agus Rahardjo sebelumnya mengungkapkan bahwa pernah dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pengusutan kasus korupsi e-KTP yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Agus mengatakan, Presiden saat itu menginginkan penyidikan kasus yang menjerat Setya Novanto dihentikan. Menurut Agus, presiden pada waktu itu ditemani Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Hal itu dikatakan Agus saat menjadi tamu program Rosi yang ditayangkan Kompas TV pada Kamis (30/11) malam.

Agus mengaku sudah menceritakan hal itu kepada sejumlah teman dekatnya. Namun, baru kali ini Agus membeberkannya kepada media.

Hal itu dikatakan Agus saat menjadi tamu program Rosi yang ditayangkan Kompas TV pada Kamis (30/11) malam.<br>
Mengenal Tanimbar yang Baju Adatnya Dipakai Jokowi: Tak Pernah Didatangi Presiden Selama 64 Tahun
Mengenal Tanimbar yang Baju Adatnya Dipakai Jokowi: Tak Pernah Didatangi Presiden Selama 64 Tahun

Berdasarkan informasi yang dihimpun, wilayah ini pernah dikunjungi oleh Presiden Soekarno pada tahun 1958.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mentan Syahrul Yasin Limpo Bakal Menghadap Jokowi Minggu Besok
Mentan Syahrul Yasin Limpo Bakal Menghadap Jokowi Minggu Besok

Presiden Jokowi mengungkapkan bakal bertemu dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo besok.

Baca Selengkapnya icon-hand
Titip Pesan ke Seskab, Cara PDIP Kabari Jokowi Deklarasi Ganjar-Mahfud MD
Titip Pesan ke Seskab, Cara PDIP Kabari Jokowi Deklarasi Ganjar-Mahfud MD

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi), sudah diberi tahu tentang keputusan parpolnya mengusung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Jelang Prabowo-Gibran Daftar Capres-Cawapres ke KPU, Jokowi Kumpulkan Relawan di Istana
Jelang Prabowo-Gibran Daftar Capres-Cawapres ke KPU, Jokowi Kumpulkan Relawan di Istana

Wali Kota Soko Gibran Rakabuming Raka sudah mengajukan izin kepada Presiden Jokowi untuk maju Pilpres.

Baca Selengkapnya icon-hand
VIDEO: Peneliti BRIN
VIDEO: Peneliti BRIN "Presiden Jokowi Salahgunakan Kekuasaan Mata-matai Partai Pakai Intelijen"

Peneliti sekaligus Koordinator Klaster Riset Konflik Pertahanan dan Keamanan BRIN Muhamad Haripin menyebut Jokowi terindikasi menyalahgunakan kekuasaan.

Baca Selengkapnya icon-hand
PKS Nilai Sulit Hak Angket Jokowi Terkait Putusan MK: Bukti Intervensi Ada Enggak?
PKS Nilai Sulit Hak Angket Jokowi Terkait Putusan MK: Bukti Intervensi Ada Enggak?

PKS tidak dalam posisi menolak wacana hak angket. Tetapi, untuk mendukung hak angket perlu sesuai dengan aturan yang ada.

Baca Selengkapnya icon-hand
Jokowi Lantik Mantan Danpaspampres Letjen Agus Subiyanto Jadi Kasad Gantikan Dudung Abdurachman
Jokowi Lantik Mantan Danpaspampres Letjen Agus Subiyanto Jadi Kasad Gantikan Dudung Abdurachman

Presiden Jokowi melantik Letjen Agus Subiyanto akan dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

Baca Selengkapnya icon-hand
Jokowi Setujui Pembentukan Inpres Terkait Air Minum
Jokowi Setujui Pembentukan Inpres Terkait Air Minum

Persetujuan ini disampaikan saat Jokowi memimpin rapat bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Baca Selengkapnya icon-hand
Usai Dideklarasikan Cawapres Ganjar, Mahfud Temui Pratikno Sampaikan Tiga Surat untuk Jokowi
Usai Dideklarasikan Cawapres Ganjar, Mahfud Temui Pratikno Sampaikan Tiga Surat untuk Jokowi

Mahfud MD tetap menjabat menko Polhukam meski sudah dipindang Ganjar sebagai cawapresnya.

Baca Selengkapnya icon-hand