'Istana Merdeka' untuk para lansia & yatim piatu di Wonogiri

Selasa, 11 Juli 2017 05:00 Reporter : Arie Sunaryo
'Istana Merdeka' untuk para lansia & yatim piatu di Wonogiri Bangunan mirip Istana Merdeka. ©2017 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Sebuah gedung mirip Istana Merdeka berdiri megah jauh dari keramaian kota di Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, Jawa Tengah. Oleh pemiliknya, gedung berwarna putih itu diberi nama Istana Parnaraya. Menurut rencana, gedung megah tersebut akan digunakan berkumpulnya para lansia dan yatim piatu.

Suparno (47) sang pemilik istana, kepada merdeka.com mengaku menghabiskan dana lebih dari Rp 1 miliar untuk mendirikan tempat tersebut. Bangunan tersebut menempati area seluas 2.500 meter persegi itu. Selain untuk lansia dan yatim piatu, tempat tersebut juga difungsikan sebagai objek wisata. Para lansia akan diberi santunan dan melakukan hal-hal positif.

Bangunan mirip Istana Merdeka ©2017 merdeka.com/arie sunaryo

"Tujuan kami sebenarnya lebih ke edukasi, tentang spirit hidup anak desa. Hidup itu jangan bermalas-malasan. Istana ini juga akan kita jadikan tempat untuk penjamuan penghormatan para lansia dan pembinaan anak remaja yatim piatu," ujar pengusaha sukses asal Wonogiri, Senin (10/7).

Suparno mengaku, program tersebut sudah berjalan hampir 3 tahun terakhir. Bapak dua anak yang tinggal di Jakarta itu menjelaskan, pembangunan Istana Parnaraya untuk aktifitas lansia dan yatim piatu itu merupakan idenya.

"Tanggal 30 Juli nanti saya akan balik ke Wonogiri. Di situ akan ada penjamuan perdana terhadap para mbah putri dan mbah kakung lansia," katanya.

Bangunan mirip Istana Merdeka ©2017 merdeka.com/arie sunaryo

Menurut rencana, bangunan tersebut akan diresmikan tanggal 17 Agustus nanti, oleh Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. Usai peresmian, lanjut Suparno, para pengunjung atau wisatawan akan dikenakan biaya masuk. Pendapatan tiket masuk sebagian digunakan untuk perawatan gedung, sebagian besar untuk lansia dan 10 persen lainnya untuk pendapatan desa.

Terkait pemilihan nama Istana Parnaraya, Suparno mengaku diambil dari nama dirinya 'Parna dan Raya' yang sekarang menjadi merk usaha batik miliknya. Selain usaha batik, ia juga memiliki usaha di bidang otomotif, air minum kemasan dan coklat.

"Dari sudut istana Suparno Parnaraya, kami membawa pesan bahwa, kita semua ini ada karena orang tua. Beliau harus dihargai dan dihormati hingga ajal menjemputnya," katanya.

Bangunan mirip Istana Merdeka ©2017 merdeka.com/arie sunaryo

Menurut dia, banyak di lingkungan sekitar kita, terlahir orang-orang tua lansia yang hidup sebatang kara. Untuk mencari makanpun terkadang harus mengais sisa panen kacang atau padi. Tak sedikit juga orang-orang tua terbaring sakit.

"Kami saat ini baru mampu mendonasi 307 orang lansia setiap bulan dengan hasil keringat kerja. Kami pun akan berakhir tua, yang pasti akan kembali kepadaNya," ucap dia.

Suparno berharap, dengan adanya bangunan tersebut, akan banyak yang tertarik untuk ikut bersedekah kepada orang-orang lansia. Sehingga jumlah yang diberikan donasi semakin banyak dan mencapai ribuan lansia. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini