Insentif Nakes Tak Lagi Disokong Pusat, Pemkot Bandung Siapkan Rp100 M

Rabu, 14 April 2021 20:41 Reporter : Aksara Bebey
Insentif Nakes Tak Lagi Disokong Pusat, Pemkot Bandung Siapkan Rp100 M Tim medis di RS Persahabatan. ©REUTERS/Willy Kurniawan

Merdeka.com - Tenaga kesehatan di Kota Bandung yang menangani pasien Covid-19 pada tahun 2021 belum menerima insentif. Pemerintah Kota Bandung sudah menyiapkan dan menggeser anggaran sekira Rp100 miliar untuk membayar mereka.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengatakan anggaran itu nantinya ditujukan kepada dokter, perawat hingga sopir ambulance. Besaran insentif akan disesuaikan dengan besarnya tanggung jawab mereka.

Dari data yang berhasil dihimpun, total sumber daya manusia (SDM) calon penerima insentif tersebut sebanyak 1.634 orang. Belum adanya pencairan itu disebabkan keputusan pemerintah pusat tentang insentif bagi SDM Kesehatan ini baru turun pada 18 Februari 2021.

"(Besaran insentif yang didapatkan dari Januari hingga Maret) ada di keputusan menteri yang baru ke luar sekitar Februari akhir," ujar Ahyani, di ruang kerjanya, Rabu (14/4).

Ia menjelaskan, insentif untuk tenaga Kesehatan saat ini dialokasikan melalui dana Alokasi Umum (DAU), tidak lagi bersumber dari pemerintah pusat seperti tahun lalu.

"Tahun ini diterbitkan aturan baru bahwa dananya melalui DAU. Jadi dibayarnya melalui daerah, sedangkan Kota Bandung sudah menetapkan APBD di Desember," katanya.

"sekarang kami menyiapkan pergeseran (anggaran) dan satu lagi menyiapkan data. Kita merancangkan tiga bulan dari Januari sampai Maret kan belum dibayar," kata dia lagi. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini