Inovasi Literasi Lokal Antar Kepala Sekolah Palangka Raya Juara 2 GTK Nasional 2025

Ridwan Sidiq, Kepala Sekolah SDN 1 Mungku Baru Palangka Raya, berhasil meraih Juara 2 GTK Nasional 2025 berkat inovasi 'Literasiku Sanggam Talawang' yang berbasis kearifan lokal Dayak Ngaju. Simak kisah inspiratifnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Inovasi Literasi Lokal Antar Kepala Sekolah Palangka Raya Juara 2 GTK Nasional 2025
Ridwan Sidiq, Kepala Sekolah SDN 1 Mungku Baru Palangka Raya, berhasil meraih Juara 2 GTK Nasional 2025 berkat inovasi 'Literasiku Sanggam Talawang' yang berbasis kearifan lokal Dayak Ngaju. Simak kisah inspiratifnya! (AntaraNews)

Kepala SDN 1 Mungku Baru, Kota Palangka Raya, Ridwan Sidiq, sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Ia berhasil meraih Juara 2 pada ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tahun 2025. Penghargaan bergengsi ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada tanggal 24 hingga 29 November 2025.

Prestasi membanggakan ini diraih berkat inovasi unik yang ia gagas, yaitu 'Literasiku Sanggam Talawang'. Program ini mengangkat literasi berbasis kearifan lokal Dayak Ngaju, sebuah pendekatan yang menarik perhatian juri. Ridwan Sidiq menjadi salah satu figur pendidik yang mencuri perhatian nasional dalam kategori Kepala Sekolah Dasar Transformatif.

Inovasi tersebut tidak hanya berfokus pada budaya lokal, tetapi juga mengintegrasikan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan dunia usaha. Tujuannya adalah membangun proses belajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Keberhasilan Kepala Sekolah Palangka Raya ini menjadi bukti nyata potensi pendidikan daerah.

Inovasi "Literasiku Sanggam Talawang" dan Dampaknya

Ridwan Sidiq menjelaskan bahwa inovasi "Literasiku Sanggam Talawang" merupakan program unggulannya. Program ini dirancang untuk memperkuat budaya literasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat setempat. Selain itu, inovasi ini juga menjawab kebutuhan pembelajaran di abad ke-21 yang semakin kompleks.

"Program ini mengangkat literasi berbasis kearifan lokal Dayak Ngaju, serta mengintegrasikan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan dunia usaha untuk membangun proses belajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman," kata Ridwan. Pendekatan ini memastikan relevansi materi pembelajaran dengan konteks budaya siswa.

Hasil dari implementasi inovasi ini sangat signifikan. Ridwan Sidiq menyatakan bahwa dampak positifnya terlihat jelas pada kualitas pembelajaran dan pengelolaan sekolah. "Hasilnya terlihat dari perubahan kualitas pembelajaran dan pengelolaan sekolah," ujarnya, menunjukkan peningkatan yang nyata.

Capaian ini, menurut Ridwan, adalah buah kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak di sekolah. Ia mendedikasikan penghargaan ini untuk keluarga besar SDN 1 Mungku Baru. Semua guru, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua memiliki peran penting dalam menjalankan berbagai program inovatif.

Apresiasi dan Motivasi bagi Pendidik Daerah

Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya, Jayani, menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih Ridwan Sidiq. Ia menilai keberhasilan Kepala Sekolah Palangka Raya ini menunjukkan bahwa pendidik di daerah mampu bersaing di level nasional. Hal ini menjadi dorongan positif bagi seluruh insan pendidikan.

"Ini menjadi bukti kualitas kepemimpinan sekolah kita terus meningkat. Semoga prestasi ini memotivasi pendidik lainnya untuk terus berinovasi," kata Jayani. Prestasi ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat baru bagi para pendidik untuk menciptakan praktik baik yang berdampak bagi masa depan peserta didik.

Jayani menambahkan, Kepala Sekolah SDN 1 Mungku Baru ini berhasil mengungguli puluhan kepala sekolah terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi yang ketat ini menunjukkan standar tinggi dari inovasi yang dibawa oleh Ridwan Sidiq.

Apresiasi GTK sendiri merupakan bentuk penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan atas dedikasi, kinerja, kreativitas, dan kontribusi mereka. "Apresiasi GTK adalah bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan seperti kepala sekolah, pengawas, operator sekolah, pustakawan, hingga tenaga administrasi atas dedikasi, kinerja, kreativitas dan kontribusi mereka dalam memajukan pendidikan," jelas Jayani.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi