Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini kata Presiden Jokowi soal tulisan Allan Nairn terkait makar

Ini kata Presiden Jokowi soal tulisan Allan Nairn terkait makar Presiden Jokowi di Yogyakarta. ©Laily/Setpres

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak berkomentar banyak soal tulisan jurnalis asing Allan Nairn tentang dugaan makar yang dimuat dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh media tirto.id. Presiden mempersilakan para wartawan menanyakannya kepada jurnalis yang menulis dugaan makar tersebut.

"Yang menulis siapa? Ya, ditanyakan ke Allan Nairn. Kok tanyakan ke saya. Tanyakan ke yang nulis," ucap Presiden usai meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nusantara, Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (25/4).

Laporan Allan Nairn pertama kali dipublikasikan di The Intercept, dengan judul 'Trump's Indonesian Allies in Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President'. Tulisan itu kemudian diterjemahkan dan ditampilkan di media tirto.id dengan judul ' Ahok Hanyalah Dalih untuk Makar'.

Mabes TNI telah bersuara terhadap tulisan tersebut dan menyebutnya tidak benar.

Dalam laporan itu disebutkan ada rencana kudeta yang melibatkan sejumlah perwira baik pensiunan maupun aktif. Panasnya pemilihan gubernur DKI yang menolak Ahok kembali memimpin jadi pintu masuk menggulingkan Presiden Joko Widodo.

Untuk menguatkan laporannya Allan mengutip pernyataan Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen. Saat menjalani pemeriksaan terkait tuduhan makar oleh polisi, Kivlan menyebut telah mendapat 'restu' dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Mabes TNI pun langsung beraksi dengan menyebut berita tersebut tidak benar atau hoax. Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menyatakan bahwa, isi berita yang dimuat tirto.id tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Menurut mantan Kasdam Siliwangi itu, seharusnya pihak tirto tidak menurunkan berita tersebut sebelum ada konfirmasi. Adanya nama Panglima TNI, lanjutnya, tentu merugikan institusi.

"Dari pemberitaan tersebut, Mabes TNI akan mengambil langkah hukum dengan membuat laporan kepada Kepolisian RI agar diusut dan diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP