Ini Identitas Korban Kecelakaan Nganjuk-Madiun

Selasa, 10 September 2019 12:20 Reporter : Erwin Yohanes
Ini Identitas Korban Kecelakaan Nganjuk-Madiun Video Sebelum Kecelakaan Maut di Nganjuk. ©2019 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Beredar di media sosial video empat muda mudi asyik bercanda di dalam mobil yang tengah melaju. Dalam video terdengar ke-empatnya bercanda soal cerita kecelakaan.

Dalam video terdengar suara laki-laki yang berujar "iki gaweo cerito gik. Lek aku nabrak-nabrak (Ini buat cerita gik, kalau saya nanti nabrak-nabrak)".

Kemudian, terdengar pula suara lain menimpali yang diketahui bernama Rizki Viko Abdillah warga Desa Banjarejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo.

"Gawekno aku cerita nabrak-nabrak" (Buatkan saya cerita kecelakaan)," sebutnya.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanya Wiranta membenarkan video tersebut diambil sebelum kecelakaan maut terjadi. "Video tersebut memang ada. Dan kemungkinan diambil sebelum kecelakaan," kata Dewa saat dikonfirmasi, Selasa (10/9).

Berikut identitas korban kecelakaan maut Nganjuk-Madiun:

1. Panji Whisnu Kusuma (21), sopir Toyota Innova mengalami luka robek bagian kepala (meninggal dunia).
2. Viko, penumpang Toyota Innova mengalami luka robek bagian kepala (meninggal dunia).
3. Amalia, penumpang Toyota Innova mengalami luka bagian kepala (meninggal dunia).
4. Tohir Rohjana (22), warga Subokastowo Tambak Bayan Ponorogo, penumpang Toyota Innova luka robek bagian kepala (masih hidup).
5. Tri Sumaryanto (53), sopir Bus Mira mengalami luka pusing bagian kepala (Masih hidup).

Dewa menambahkan, saat kejadian posisi di balik kemudi Innova adalah korban Panji. Kemudian, Tohir duduk di bangku samping sopir. Tohir satu-satunya korban di mobil tersebut yang selamat. Lalu, Amalia duduk di kursi tengah dan Viko duduk paling belakang.

Mobil Melaju dengan Kecepatan Tinggi

Polisi memastikan penyebab kecelakaan karena mobil melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga oleng ke jalur sebelah.

"Mobil berjalan dari arah Barat ke Timur diperkirakan melaju dengan kecepatan tinggi, saat sampai di TKP kurang hati-hati dalam mengendalikan laju kendaraannya diduga kurang konsentrasi berjalan oleng berpindah lajur berjalan terlalu kekanan tanpa memperhatikan situasi arus lalu lintas dari arah depan, bersamaan itu dari arah berlawanan bus Hino PO Mira yang dikemudikan Tri Sumaryanto," jelasnya.

"Karena jarak sudah dekat dan tidak bisa menghindar lagi terjadilah kecelakaan yang menimbulkan korban," sambungnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini