Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil turut senang kompetisi sepakbola BRI Liga 1 bergulir. Namun, ia mengingatkan kedisiplinan protokol kesehatan tidak sampai kendor.
Menurut dia, sepakbola adalah hiburan rakyat. Keberadaannya sangat penting untuk menghilangkan stres akibat pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini.
"Saya senang banget, itu hiburan rakyat. kalau ada kita syukuri. Sama saja, mal buka restoran buka, olahraga buka, tinggal protokol kesehatan aja harus disiplin," kata dia, Jumat (27/8).
"Kalau ada pembatasan itu harus dilakukan, saya kira adaptasi kebiasaan baru ya gitu. Makanya saya menyambut baik digelarnya liga satu, Persib harus juara lagi, walaupun tanpa suporter dulu saya kira tidak masalah," ia melanjutkan.
Di sisi lain, ia mengklaim tingkat kepatuhan protokol kesehatan di Jawa Barat mayoritas sangat baik. Penggunaan masker berada di angka 90 persen, sedangkan jaga jarak berada di angka 86 persen.
Selain itu, secara umum kasus aktif di Jabar hanya 4 persen dari total kasus secara nasional. Permasalahan yang dibenahi adalah sinkronisasi data daru pemerintah pusat yang kerap memasukan angka kasus lama.
Testing dan tracing stabil di angka 16 ribuan per hari. Dari sisi tingkat kesembuhan berada di angka 94 persen, tingkat kematian berada di angka 1,9 persen. Mayoritas pasien Covid-19 yang meninggal sedang menjalani isolasi mandiri. Pencegahannya adalah pemberian obat gratis dan sudah diinstruksikan aparat pemerintah setempat terus melakukan pengawasan kepada pasien yang isolasi mandiri.
Tingkat keterisian ruang isolasi terpusat yang ada di 33 lokasi se-Jabar di angka 16 persen, ruang isolasi di desa keterisiannya 26 persen. Keberadaan oksigen pun diklaim surplus, sehingga pihaknya bisa membantu daerah lain di luar provinsi Jawa Barat.
"Ekonomi kita tertinggi di 15,6 persen, investasi juga sama hampir 70 triliun masuk selam enam bulan melahirkan peluang kerja 60 ribu lapangan pekerjaan. Memang betul ada kenaikan penduduk miskin, tapi itu terjadi dimana-mana karena pandemi Covid-19," ucap dia.
"Masyarakat sosial terbawah kita subsidi, Yang tengah ke atas kita modali, Saya optimis jumlah kemiskinan bisa kita kurangi seiring dengan pemulihan ekonomi. Tetap waspada jangan nanti ditikung kedaruratan berikutnya karena kita lengah," pungkasnya.