Indonesia Targetkan Peningkatan Wisatawan Arab Saudi, Manfaatkan Musim Haji untuk Promosi Destinasi Mewah

Kementerian Pariwisata berupaya menarik lebih banyak Wisatawan Arab Saudi ke Indonesia, menargetkan musim Haji sebagai momen promosi destinasi mewah dan sejuk di luar Bali.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Indonesia Targetkan Peningkatan Wisatawan Arab Saudi, Manfaatkan Musim Haji untuk Promosi Destinasi Mewah
Kementerian Pariwisata berupaya keras meningkatkan kunjungan Wisatawan Arab Saudi, melihat potensi besar saat musim haji dan preferensi mereka terhadap alam sejuk serta kemewahan. (AntaraNews)

Kementerian Pariwisata Indonesia secara aktif berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari Arab Saudi ke berbagai destinasi di tanah air. Upaya ini dilakukan dengan melihat potensi besar pasar wisatawan dari negara Teluk tersebut, yang dikenal memiliki daya beli tinggi dan preferensi khusus terhadap destinasi mewah serta beriklim sejuk.

Wakil Deputi Bidang Pemasaran, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa promosi pariwisata Indonesia akan digencarkan selama musim ibadah Haji. Strategi ini diharapkan mampu menarik perhatian para jemaah Haji yang memiliki waktu luang untuk berlibur, sekaligus memperkenalkan keindahan alam dan budaya Indonesia di luar Jakarta dan Bali.

Fokus utama promosi adalah menonjolkan daya tarik Indonesia yang beragam, mulai dari resor bintang tujuh hingga kawasan pegunungan yang sejuk. Harapannya, langkah ini dapat mendongkrak kembali angka kunjungan wisatawan Arab Saudi yang sempat menurun akibat pandemi, mendekati atau bahkan melampaui capaian sebelum tahun 2019.

Potensi Pasar Wisatawan Arab Saudi yang Menggiurkan

Wisatawan Arab Saudi merupakan segmen pasar yang sangat menjanjikan bagi industri pariwisata Indonesia. Ni Made Ayu Marthini mengungkapkan bahwa mereka umumnya memiliki daya beli yang tinggi serta minat besar terhadap barang dan layanan mewah, sehingga berpotensi besar meningkatkan pendapatan nasional dari sektor pariwisata.

"Sebagai contoh, kami memiliki resor bintang tujuh seperti St. Regis dan Jumeirah di Bali yang dapat menarik wisatawan ini, yang menyukai kemewahan," kata Marthini. Selain itu, destinasi dengan pemandangan hijau dan suhu lebih dingin, seperti Puncak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, juga sangat menarik bagi wisatawan yang mencari suasana berbeda dari gurun Arab Saudi.

Ketua Asosiasi Agen Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Rusmiati, menambahkan bahwa wisatawan Arab Saudi cenderung tinggal lebih lama dan menyukai destinasi alam yang cocok untuk keluarga. Mereka juga tertarik untuk menjelajahi pengalaman kuliner unik dan berorientasi kesehatan, memperkaya pilihan wisata yang ditawarkan Indonesia.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun lalu, sebanyak 135.643 wisatawan Arab Saudi mengunjungi Indonesia. Angka ini masih sedikit di bawah capaian pra-pandemi pada tahun 2019 yang mencapai 157.512 kunjungan, menandakan adanya ruang besar untuk peningkatan.

Strategi Promosi dan Kerja Sama Internasional

Untuk mendorong pemulihan dan peningkatan jumlah wisatawan, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana telah bertemu dengan mitranya dari Arab Saudi, Ahmed bin Aqeel Al Khateeb, di Riyadh pada 8 November. Pertemuan ini membahas berbagai bentuk kerja sama dalam pertukaran wisatawan antara kedua negara.

"Mengingat pengunjung Indonesia merupakan salah satu kontributor terbesar bagi pariwisata religi di Arab Saudi, kami berharap dapat melihat lebih banyak wisatawan Arab Saudi mengunjungi Indonesia, terutama selama liburan panjang," ujar Widiyanti Putri Wardhana.

Al Khateeb menyambut baik penguatan kerja sama ini dan menegaskan komitmen Arab Saudi untuk melaksanakan nota kesepahaman yang telah dirumuskan. Nota kesepahaman tersebut mencakup pertukaran wisatawan, pengembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata, serta investasi pariwisata, menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam memajukan sektor ini.

Melalui strategi promosi yang terfokus pada musim Haji dan penguatan kerja sama bilateral, Indonesia optimis dapat menarik lebih banyak wisatawan Arab Saudi. Ini tidak hanya akan meningkatkan jumlah kunjungan tetapi juga memperkuat hubungan pariwisata antara kedua negara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi