Indonesia Mengajar, sebarkan pentingnya pendidikan di daerah terpencil

Rabu, 2 Mei 2018 19:14 Reporter : Rizlia Khairun Nisa
Indonesia Mengajar, sebarkan pentingnya pendidikan di daerah terpencil Dedi Kusuma Wijaya saat acara Power Talk Indonesia Mengajar. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Dalam memperingati Hari pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei, Indonesia Mengajar berkerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis dan Institut Francais Indonesia menggelar 'Power Talk'. Power Talk adalah sebuah bincang pendidikan yang digelar di Auditorium Institut Francais Indonesia yang bertujuan berbagi pengalaman dan kisah memperjuangkan pendidikan.

Indonesia Mengajar sendiri telah banyak mengirim pengajar-pengajar muda ke berbagai pelosok Indonesia untuk mengabdi memberikan ilmu kepada anak-anak di daerah tersebut. Salah satunya adalah Dedi Kusuma Wijaya.

Terobsesi dari sebuah novel karya Andrea Hirata berjudul Laskar Pelangi yang mengisahkan tentang perjuangan anak daerah dalam mendapatkan pendidikan, membuatnya tergugah untuk melakukan sesuatu untuk memajukan pendidikan Indonesia. Kemudian itu membawanya untuk mendaftar sebagai pengajar muda di Indonesia Mengajar.

"Saya selalu mikir kita kayanya harus melakukan sesuatu deh tentang pendidikan. Apa sih yang bisa saya lakukan," ucap lelaki yang sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan HR Consultant ini, Rabu (2/5).

Setelah bergabung dengan Indonesia Mengajar, Dedi berkesempatan untuk mengajar anak-anak di Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat. Setelah sebelumnya mengikuti pelatihan selama 7 minggu.

Di tempatkan di sebuah desa yang sangat jauh dan dengan akses yang cukup sulit, membuatnya memiliki banyak sekali pengalaman yang seru, terutama pada perayaan-perayaan tertentu, seperti Hari Pahlawan.

Rasa sukanya pada Laskar Pelangi dia tularkan kepada anak muridnya. Dedi memberikan motivasi dan tidak segan menyuntikkan semangat dengan contoh salah satu tokoh novel tersebut. Dedi berhasil membawa muridnya memenangkan perlombaan cerdas cermat antar desa yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 6 tahun yang lalu.

"Saya membantu untuk menyiapkan acara tapi juga waktu itu saya mengawal murid saya untuk ikut cerdas cermat. Jadi murid-murid saya ini karena saya suka Laskar Pelangi, saya suka ceritain Laskar Pelangi kepada mereka. Mereka nonton filmnya bolak balik dan mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti cerdas cermat, lalu mereka membayangkan kalau mereka seperti Lintang di film," katanya

Membawa muridnya untuk bisa berada dan terlibat pada suatu acara, menurutnya merupakan salah satu cara menyadarkan para orang tua bahwa pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting. Dengan ini juga, dia memberikan pengetahuan kepada orang tua bahwa dengan pendidikan dapat membawa perubahan yang lebih baik.

"Jadi ini dan peristiwa-peristiwa lainnya membuka kesadaran yang kecil lah untuk orang-orang desa bahwa pendidikan itu bisa membawa sesuatu yang berbeda loh. Paling enggak anak saya bisa menang di lomba cerdas cermat. Salah satu cerita yang paling berharga itu 6 tahun yang lalu," ujar pria yang sekarang bekerja sebagai Senior Consultant, Price Waterhouse Cooper Consulting.

Di kesempatan itu pula, Dedi menunjukkan video anak-anak muridnya yang berada di atas panggung dan salah satunya membacakan surat yang mengatakan bahwa mereka saat ini sangat bersemangat untuk bersekolah. Itu demi mendapatkan pendidikan dan masa depan yang lebih baik. Dan di akhir mereka tutup dengan menyanyikan lagu 'Pergi Belajar'. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini