'Indiana Jones' di dasar laut Indonesia

Selasa, 3 April 2012 07:28 Reporter : Ramadhian Fadillah
'Indiana Jones' di dasar laut Indonesia Harta karun dari perairan Cirebon. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Pekerjaan mereka mencari-cari rute pelayaran kapal kuno. Menganalisa tempat kapal berusia ratusan tahun tenggelam. Melakukan penyelaman dan mengangkat harta karun bernilai ratusan juta dolar yang sudah ratusan tahun terkubur. Persis aksi tokoh fiksi 'Indiana Jones'.

Para 'Indiana Jones' ini juga beraksi di dasar laut Indonesia. Sebagian memiliki izin untuk mengangkat barang muatan kapal tenggelam (BMKT) yang resmi dikeluarkan pemerintah. Sebagian lagi beroperasi secara ilegal. Kebanyakan para pencari harta ini adalah orang bule yang sudah berpengalaman puluhan tahun di bidang perburuan harta karun.

Tidak heran, Indonesia setidaknya mempunyai 493 lokasi kapal karam. Berdasarkan data kementerian kelautan dan perikanan, dari jumlah itu, baru 10 persen yang sudah dieksplorasi. Biaya untuk mengangkat kapal tenggelam atau mengambil harta karun di dalamnya memang tidak murah. Bisa mencapai jutaan dollar.

Yang resmi seperti Luc Heymans. Pria asal Belgia ini sudah malang melintang di dunia harta karun. Dua tahun lalu, dia berhasil mengangkat 271.384 artefak dari perairan Cirebon. Penemuan ini disebut-sebut sebagai penemuan harta karun paling berharga di Perairan Pulau Jawa. Artefak inilah yang sekarang sedang dilelang di Singapura. Sebelumnya, tiga kali artefak ini dilelang di Indonesia. Tapi tidak ada yang mendaftar.

"Tiga lelang tidak ada pembeli bukan berarti barang-barang itu tidak diminati. Bisa saja ada dugaan agar tiga kali gagal agar sengaja bisa dijual di luar negeri. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 184 tahun 2009 kan aturannya seperti itu," ujar koordinator masyarakat advokasi warisan budaya Indonesia, Jhohannes Marbun kepada merdeka.com, Selasa (3/4).

Selain Heymans banyak sosok pemburu lainnya. Satu yang sempat membuat heboh adalah Michael Hatcher, seorang pemburu harta karun asal Australia. Hatcher melakukan ekspedisi perburuan harta karun di perairan Blanakan Subang, Jawa Barat tahun 2010. Diduga dia tidak memiliki izin resmi untuk melakukan kegiatan itu. Hatcher pun sempat dicekal dan dicari polisi.

Michael Hatcher lahir di York, inggris tahun 1940. Dia pindah ke Australia saat berusia 14 tahun. Hatcher mulai serius menekuni perburuan harta karun saat berusia 30 tahun. Perburuan harta karun pertamanya dimulai tahun 1970 dengan kapal tua yang direnovasi. Selain Indonesia, Hatcher beraksi tahun 1981 di Malaysia.

Di Indonesia, Hatcher berhasil mengangkat Kapal Vec De Geldermalsen di perairan Bintan Timur tahun 1986. Dia juga berhasil mengangkat kapal Tek Sing di Perairan Bangka pada tahun 1999. Disebut-sebut keuntungan Hatcher mencapai miliaran rupiah.

Hatcher pun membantah melakukan kegiatan ilegal. Pada sebuah media Inggris, Hatcher mengaku isu ini sengaja diciptakan para pesaingnya.

"Selain pemburu harta karun seperti mereka. Ada juga beberapa penyelam lokal. Tapi mereka tidak punya modal atau peralatan canggih. Umumnya yang seperti ini hanya mencari satu atau dua buah artefak saja. Kecil-kecilan," kata Joe Marbun.

Joe pun mensinyalir masih ada beberapa petualang pencari harta yang belum terlacak. Lemahnya pengawasan dan pengawalan kekayaan laut menjadi alasan para petualang ini gemar beraksi di laut Indonesia.

Sejumlah harta karun berharga yang ditemukan di lepas pantai Cirebon, Jawa Barat, dilelang kemarin di Singapura. Pelbagai artefak yang berusia sekitar seribu tahun itu ditaksir bernilai 733 miliar rupiah, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Minggu (1/4).

Harta karun itu terdiri dari 250 ribu barang pecah belah dan perhiasan, meliputi guci keramik, mutiara, hingga emas. Benda-benda bersejarah ini berasal dari sebuah kapal China yang tenggelam tidak jauh dari Pelabuhan Cirebon. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Harta Karun Cirebon
  2. Harta Karun
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini