Ikut padepokan Taat Pribadi setor Rp 23,5 juta, Ida ingin ubah nasib
Merdeka.com - Ida mengaku jadi korban penipuan Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng (YPDK) Majelis Ta'lim Daarul Ukhuwah di Jalan Ir Sutami, Samarinda. Merasa dirugikan senilai Rp 23,5 juta, dia melapor ke polisi.
Ida mau menyetorkan uang karena dijanjikan berlipat ganda. Ia ingin mengubah nasib, namun yang terjadi malah sebaliknya.
"Ya, ikut ini untuk mengubah nasib. Cuma ikut istighosah, begitu saja Pak," kata Ida, kepada wartawan di sela pelaporan dia ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi 01, Sabtu (8/10).
Ida sudah mengikuti aktivitas padepokan tersebut sejak 2013 hingga 2014. Dia tidak tahu persis siapa-siapa saja yang senasib dengannya selama mengikuti kegiatan di padepokan. Hanya saja, selama bergabung di padepokan tersebut, dia mendapatkan banyak teman.
"Tidak tahu saya yang lain. Teman cuma teman di padepokan saja," ujar Ida.
Diceritakannya pula, uang yang disetorkan ke padepokan ada yang menggunakan sistem transfer yang dilakukan setiap pekannya selama setahun. Lama kelamaan, Ida mulai merasa ada yang tak beres. Terlebih lagi, dia terus dimintai uang dan dijanjikan akan berlipat ganda.
Dia kemudian coba meminta kembali uangnya. Belum lagi uangnya kembali, Dimas Kanjeng pribadi malah ditangkap.
"Saya tidak tahan dipungut terus. Saya minta kembali uang saja. Total keseluruhan uang yang saya setorkan ada Rp 23,5 juta mas," demikian Ida mengakhiri penjelasan dia kepada wartawan.
Ida menambahkan, dirinya berani melaporkan ke polisi karena ternyata banyak orang yang bernasib serupa dengannya. Ida melapor ke polisi ditemani seorang kerabatnya. Dua kotak kayu yang dia dapatkan dari padepokan dengan mahar Rp 5 juta per kotak, juga dia bawa sebagai bukti keikutsertaan dia di YPDK Majelis Ta'lim Daarul Ukhuwah di Jalan Ir Sutami, Sungai Kunjang, Samarinda.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya