Ikut berebut gunungan di Yogya, cewek asal Maroko senang dapat satai ketan

Kamis, 23 Agustus 2018 02:00 Reporter : Purnomo Edi
Ikut berebut gunungan di Yogya, cewek asal Maroko senang dapat satai ketan WNA Maroko ikut berebut gunungan di Yogyakarta. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ribuan warga tumpah ruah berebut gunungan dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Warga berebut hasil bumi yang disusun menjadi lima gunungan di pelataran Masjid Gede Kauman, Rabu (22/8).

Acara budaya bertajuk Gerebeg Besar ini tak hanya diminati oleh warga Yogyakarta. Saat berebut gunungan, ada pula wisatawan asing yang turut serta.

Dua wisatawan asal Maroko, Maryam Perez dan Hamzah nampak antusias ikut berebut gunungan. Keduanya pun mendapatkan satai ketan berwarna-warni yang sudah dikeringkan.

"Saya tidak tahu artinya apa. Bagi saya ini menarik. Menarik untuk mengikuti," kata Maryam.

Maryam dan Hamzah senang bisa mengikuti acara budaya yang diselenggarakan Keraton Yogyakarta ini. Sebab acara serupa tak ditemui keduanya di Maroko.

"Saya sangat senang bisa ikut (gerebeg). Tapi saya tidak tahu untuk apa," ungkap Maryam.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh gunungan dibagikan oleh Keraton Yogyakarta. Ketujuh gunungan itu dibagikan ketiga tempat. Lima dibagikan di Masjid Gede Kauman, satu dibawa ke Puro Pakualaman dan satu lagi dibawa ke Kantor Gubernur DIY atau Kepatihan.

Manggalayudha Kraton Yogyakarta, Yudhaningrat menerangkan tujuh gunungan itu di antaranya adalah gunungan lanang, gunungan wadon, gunungan darat dan gunungan pawuhan. Menurut Gusti Yudo, gunungan hasil bumi itu sebagai bentuk sedekah raja untuk rakyatnya.

"Tradisi grebeg sejak ada sejak Islam masuk Jawa, khususnya Demak. Dilakukan di Kraton Kota Gede, Kasunanan Surakarta, dan Kraton Yogyakarta," tutup Gusti Yudho. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini