IDI Minta Kasus Ricuh Tolak Vaksin Covid-19 di Aceh Barat Daya Diusut Tuntas

Kamis, 30 September 2021 12:51 Reporter : Alfath Asmunda
IDI Minta Kasus Ricuh Tolak Vaksin Covid-19 di Aceh Barat Daya Diusut Tuntas Dipaksa Vaksin Covid-19 Ratusan Warga Aceh Ngamuk. ©2021 Merdeka.com/Alfath Asmunda

Merdeka.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Aceh meminta kepolisian mengusut tuntas peristiwa warga di Aceh Barat Daya yang merusak fasilitas vaksinasi dan mengakibatkan satu dokter lebam di kaki terkena serpihan kursi.

"Kami minta ini diusut. Supaya ke depan tidak terjadi pola yang sama dari kelompok masyarakat yang menolak vaksin," kata Ketua IDI Wilayah Aceh, Dr Safrizal Rahman, Kamis (30/9).

IDI wilayah Aceh mengutuk sikap arogansi yang terjadi di sana, baik dari aparat yang menjadi pengawas jalannya vaksinasi, maupun warga yang tersulut emosi.

Safrizal memohon semua pihak kini menahan diri, dan tidak menyudutkan tenaga kesehatan yang bekerja di lapangan dengan tanggung jawab berat tugas yang diemban.

"Hentikan berkomentar yang hal menyudutkan dokter dan tenaga kesehatan lainnya terkait program vaksinasi ini," tegasnya.

Dia menyebut, lembaganya sangat menyesalkan kejadian penolakan vaksin yang berujung ricuh di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Susoh, Aceh Barat Daya, pada Selasa (28/9) itu.

Safrizal mengatakan, vaksinasi ini adalah program pemerintah dalam upaya melindungi warga dari virus Covid-19. Bahkan, program tersebut dikuatkan melalui Peraturan Presiden no 14 tahun 2021.

“Aceh menjadi sorotan nasional karena cakupan vaksinasi Covid-19 yang rendah. Tenaga kesehatan ikut membantu pemerintah pada program ini, baik dalam proses screening, vaksinator, dan pengawasan pasca-vaksin,” terangnya.

Panggilan kemanusiaan, tutur Safrizal, jadi pendorong dokter dan tenaga kesehatan lainnya untuk turun keluar dari tempat kerjanya demi menyukseskan program vaksinasi ini.

"Oleh karenanya keamanan dan keselamatan mereka harus menjadi prioritas," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, ratusan masyarakat, pada Selasa (28/9), memprotes kehadiran gerai vaksinasi di PPI Ujong Serangga, Susoh. Sekitar 300 orang yang terdiri dari nelayan dan warga berang. Mereka protes karena diduga adanya unsur pemaksaan vaksin oleh tim vaksinator kabupaten setempat. [fik]

Baca juga:
Curhat Pilu Nakes Korban Amukan Warga di Aceh, Takut hingga Memohon Tak Dilempar Batu
Polisi Panggil Warga Terkait Perusakan Fasilitas Vaksinasi di Aceh
Tak Mau Divaksin, Ratusan Warga Ini Usir Petugas hingga Rusak Meja Kursi
Warga Aceh Barat Daya Rusak Fasilitas Vaksinasi, Legislatif Salahkan Pemerintah
Nelayan di Aceh Rusak Fasilitas Vaksinasi Covid-19 Diduga Tak Terima Dipaksa Vaksin

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini