RA balita berumur empat tahun meninggal dengan tubuh penuh luka, di RSUD Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Hasil penyelidikan polisi, balita itu diduga dianiaya ibu tirinya sebelum meregang nyawa. Yang bersangkutan pun diperiksa secara intensif, terkait hal tersebut.
“Ibu sambungnya atau ibu tirinya sekarang untuk yang terduga pelaku dalam pemeriksaan di kantor kami,” kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung Kompol Anton kepada wartawan, di Kantor Satreskrim Polrestabes Bandung, Senin (24/11).
Sebelumnya, Satreskrim Polrestabes Bandung telah melakukan investigasi untuk kasus ini. Termasuk memeriksa empat orang saksi di samping ibu tiri, dan mendatangi rumah kontrakan yang dihuni ayah kandung dan ibu tiri korban di kawasan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, tempat RA tinggal sehari-hari setelah kedua orangtua kandungnya bercerai.
Tak hanya itu, petugas turut mendatangi RSUD Ujungberung dan membawa jenazah RA untuk visum dan otopsi. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan penyebab kematian korban dan luka-luka pada tubuhnya secara medis.
Advertisement
Luka Baru dan Lama di Tubuh Korban Akibat Hantaman Benda Tumpul
Hasilnya, Anton menyatakan bahwa luka-luka pada tubuh korban ialah luka baru dan lama. Luka-luka tersebut kuat disinyalir berasal dari hantaman benda tumpul.
“Dari hasil kesimpulan kami bahwa memang diduga adanya dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ungkap dia, imbuhnya.
“Di situ tampak memang kekerasan benda tumpul, yang ada di bagian kepala, baik di dahi maupun di bagian belakang, kemudian ada juga di sekujur tubuhnya, di tangan, kaki, dan di sekitar dada juga ada,” ungkap dia.
Advertisement
Ibu Kandung Terpukul
Sementara itu, ibu kandung korban Titawati, merasa terpukul mendapati kabar anak bungsunya telah tiada. Terlebih, saat tahu bahwa terdapat luka pada sekujur jasadnya.
Titawati sendiri tinggal di Depok, Jawa Barat, bersama suami barunya. Awalnya, ia mendapat kabar bahwa sang buah hati meninggal karena terjatuh di kamar mandi, tapi kemudian terdapat sejumlah kejanggalan sehubung adanya luka pada tubuh anaknya.
Menurut informasi yang dia terima, RA dibawa ke RSUD Ujungberung pada Jumat (21/11) sekitar pukul 13.30 WIB. Kemudian, dinyatakan meninggal pada esok harinya, Sabtu (22/11) dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB.
“Lebam di tangan kanan, kiri, di kaki, di perut, di kepala ada pendarahan di otak. Terus tulang dada,” katanya, saat dihubungi wartawan, Minggu (23/11).
Namun begitu, ia telah menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Jenazah RA sendiri telah dimakamkan pada Minggu (23/11) di kampung halaman Titawati, di Kampung Baeud, Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.