Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hotel dan Restoran di Tangsel Sepi Karena Corona

Hotel dan Restoran di Tangsel Sepi Karena Corona Upaya pencegahan corona di stasiun kereta. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Pelaku usaha Meeting, Incentive, Exhibition, Convention (MICE), mengaku kehilangan pasarnya, akibat dari penyebaran virus corona COVID-19. Meski sampai saat ini belum ada warga Tangsel, dinyatakan suspect virus tersebut.

"Penurunan untuk okupansi Hotel sekitar 20 sampai 30 persen. Sama dengan restoran," kata pengurus harian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tangerang Selatan, Yono Haryono, Jumat (13/3).

Dijelaskannya, penurunan tingkat keterisian hotel dan restoran di Tangerang Selatan, melorot tajam sejak merebaknya isu Korona di awal tahun 2020. Terlebih, ada warga negara Indonesia yang dinyatakan suspect di akhir Februari kemarin.

"Bahkan ada beberapa hotel yang sampai 42 persen penurunan okupansinya. Banyak kegiatan ditundak bahkan dibatalkan," ucap dia.

Pihaknya berharap, Pemerintah segera menuntaskan persoalan corona. Agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat, karena dampak penurunan ekonomi sangat terasa bagi kalangan industri.

"Selain pada okupansi, harga-harga bahan kebutuhan pokok termasuk rempah-rempah yang melonjak juga dirasakan pengusaha restoran," terangnya.

Maka dia berharap, masyarakat tetap tidak panik dan tidak cepat mempercayai informasi hoaks soal penyebaran virus tersebut.

Dijelaskannya, pelanggan hotel dan restoran di Tangsel, mayoritas dari pelanggan di luar Tangsel.

"Penyelenggaraan MICE anjlok. Banyak kegiatan yang ditunda bahkan dibatalkan," ungkap dia.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP