Hoaks Tsunami Susulan Bikin Resah Warga Pesisir Banten
Merdeka.com - Warga Sumur, Pandeglang, Banten lari menyelamatkan diri usai adanya isu ada tsunami susulan. Simpang siur isu tsunami susulan membuat resah warga pesisir pantai sejak tragedi ombak besar menewaskan 400 lebih orang pada Sabtu (22/12) malam lalu.
Pada Minggu (23/12) pagi juga muncul isu air kembali naik. Orang-orang di sekitar pantai sempat berlarian ke tempat yang tinggi. Namun rupanya isu itu hoaks.
"Pada lari tadi, isu bohong itu warga pada lari ke gunung," kata Alfin (50) saat ditemui di lokasi, Selasa (25/12).
Atas isu itu, warga meninggalkan harta benda pribadinya. "Pada lari, mobil motor semua ditinggalin," katanya.
Hingga berita Pukul 16.30 WIB, tidak ada air laut yang kembali naik seperti pada malam minggu lalu, namun sebagian warga masih berada di atas gunung. Informasi benar tidaknya ada tsunami susulan belum sampai ke masyarakat yang tengah resah.
"Masih di gunung sebagian," ujar Alfin.
Selain itu, Alfin mengaku bantuan pemerintah masih minim usai kejadian tsunami pada Sabtu (22/12) malam.
"Mati listrik, bantuan juga sulit ke sini, kan akses jalannya agak susah ke sini usai tsunami itu," katanya.
Waktu tsunami, ia menceritakan kalau puluhan orang tersapu. Sebab, saat itu banyak warga sedang berada di pasar.
"Kalau waktu kejadian itu ada acara di sini, pasar malam itu banyak yang jadi korban, ada puluhan orang semua kesapu. Tadi pagi saja warga nemuin lagi bayi lagi dipeluk ibunya," pungkasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya