Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengumumkan penyesuaian rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan strategis. Perubahan ini berlokasi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, mulai berlaku efektif untuk mengakomodasi perkembangan proyek. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran mobilitas warga di tengah pengerjaan infrastruktur penting.
Penyesuaian ini merupakan respons terhadap progres proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona-1 Paket 5 (Area 2-1). Proyek ini merupakan inisiatif dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang telah berjalan sejak Agustus 2023. Durasi pengerjaan proyek ini diperkirakan akan berlanjut hingga Desember 2026 mendatang.
Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Hendry Sampurna, menjelaskan bahwa penyesuaian ini mencakup perubahan jadwal dan pengalihan arus. Hal ini dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terhadap tahapan pekerjaan yang sedang berlangsung. Warga diimbau untuk memperhatikan perubahan ini demi kenyamanan perjalanan.
Advertisement
Advertisement
Proyek JSDP dan Ruas Jalan Terdampak Rekayasa Lalin Jakarta
Proyek JSDP Zona-1 Paket 5 (Area 2-1) melibatkan berbagai jenis pekerjaan infrastruktur yang kompleks. Hendry Sampurna menjelaskan, "Proyek pekerjaan JSDP zona-1 Paket 5 (Area 2-1) dengan jenis pekerjaan adalah test pit, soil investigation, pekerjaan galian, pekerjaan turap baja, pekerjaan road deck pada titik tertentu dan jacking." Selain itu, terdapat pula pekerjaan galian yang terdiri dari arriving shaft dan driving shaft.
Wilayah Jakarta Barat yang terdampak meliputi Jalan Raya Taman Sari, Jalan Mangga Besar II, Jalan Raya Mangga Besar, dan Jalan Mangga Besar V. Penyesuaian rekayasa lalin Jakarta ini menjadi krusial mengingat kepadatan lalu lintas di area tersebut. Dinas Perhubungan terus memantau kondisi lapangan untuk memastikan dampak minimal.
Perubahan atau penyesuaian pekerjaan yang sudah berjalan ini merupakan hasil dari review dan evaluasi berkala. Hendry menambahkan, "Sehubungan dengan review dan evaluasi pekerjaan, terjadi sejumlah perubahan atau penyesuaian pekerjaan yang sudah berjalan sesuai tahapan." Penyesuaian ini penting untuk menjaga efisiensi dan progres proyek.
Advertisement
Advertisement
Perpanjangan Jadwal dan Pengalihan Arus di Jalan Raya Tamansari
Penyesuaian proyek JSDP di Jalan Raya Tamansari mengalami perpanjangan jadwal signifikan di beberapa titik. Titik E-9.4 yang semula dijadwalkan selesai 5 September 2024 hingga 2 Mei 2025 kini diperpanjang hingga Oktober 2025. Sementara itu, titik E-9.5 yang semula dijadwalkan selesai 5 September 2024 hingga 13 Juli 2025 telah rampung pada 15 Agustus 2025.
Jadwal pengerjaan titik E-9.6 juga mengalami perubahan, dari semula 18 Oktober 2024 hingga 30 Juli 2025 menjadi 30 Oktober 2025. Titik E-9.3 yang awalnya dijadwalkan 11 April hingga 6 November 2025 kini diperpanjang hingga 31 Desember 2025. Titik E-9.2 (Arrival) akan berlangsung dari 17 September 2025 hingga 3 Juli 2026.
Selama pengerjaan ini, terjadi pengalihan rekayasa lalin Jakarta bagi kendaraan roda empat. Lalu lintas yang semula dapat menggunakan putar balik menuju Utara melalui Jalan Loutze dialihkan. Kendaraan diarahkan ke Jalan KH Samanhudi, lalu putar balik-barat-Jalan KH Samanhudi-putar balik Timur-Timur-belok kiri ke Jalan Tamansari.
Advertisement
Advertisement
Rekayasa Lalin dan Jadwal Terbaru di Kawasan Mangga Besar
Di Jalan Mangga Besar II, titik E.10/1.4 (driving) yang semula dijadwalkan 6 September 2024 hingga 18 April 2025 kini dipercepat menjadi 30 Agustus 2025. Namun, jadwal road deck akan diperbarui kembali. Titik E.10/1.2 yang seharusnya selesai 20 Desember 2024 hingga 22 April 2025 diperpanjang hingga 30 November 2025.
Perubahan jadwal juga terjadi pada titik E.10/1.3, dari 26 Desember 2024 hingga 22 Maret 2025 menjadi 30 November 2025. Titik E.10/1.0 yang semula rampung 9 April hingga 4 November 2025 kini diperpanjang hingga 31 Desember 2025. Begitu pula dengan titik E.10/1.1 yang diperpanjang dari 7 April hingga 2 November 2025 menjadi 31 Desember 2025.
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas, rekayasa lalin Jakarta di Jalan Mangga Besar II diberlakukan. Hendry memaparkan, "lalin Jalan Mangga Besar II sisi Utara 2 (dua) arah, sedangkan sisi Selatan hanya dapat dilintasi sepeda motor." Jalan Mangga Besar IV dan IV E tetap dua arah, namun bersifat situasional bagi warga atau yang berkepentingan.
Advertisement
Di Jalan Mangga Besar V, titik E.11/1.0 dijadwalkan 13 Desember 2024 hingga 3 September 2025, dengan jadwal road deck yang akan diperbarui. Titik E.11/1.1 yang semula selesai 11 Desember 2024 hingga 31 Agustus 2025 diperpanjang hingga 30 November 2025. Titik E.11/1.3 dijadwalkan 10 Desember 2024 hingga 30 Juni 2025, dengan pembaruan jadwal road deck. Terakhir, titik E.11/1.5 diperpanjang dari 9 Desember 2024 hingga 31 Maret 2025 menjadi 30 November 2025.
Guna menghindari kemacetan, rekayasa lalin Jakarta di Jalan Mangga Besar V diubah dari dua arah menjadi satu arah ke selatan. Lalu lintas dari Jalan Mangga Besar Raya menuju Jalan Mangga Besar V dialihkan melalui Jalan Mangga Besar I-Jalan Buni dan seterusnya. Kendaraan barang dari Jalan Raya Mangga Besar yang akan menuju Jalan Mangga Besar II dapat melalui Jalan Mangga Besar IV-Jalan Taman Sari X.
Advertisement
Imbauan dan Pentingnya Proyek JSDP untuk Jakarta
Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengimbau seluruh pengguna jalan untuk menghindari ruas jalan yang terdampak. Warga diminta untuk menyesuaikan diri dengan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan. Kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk petugas di lapangan sangat ditekankan demi keselamatan.
Proyek JSDP merupakan inisiatif penting untuk pembangunan jaringan perpipaan dan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Tujuannya adalah mengelola limbah domestik di Jakarta secara lebih efektif dan berkelanjutan. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan kota.
Zona 1 proyek JSDP mencakup wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Proyek ambisius ini ditargetkan rampung secara keseluruhan pada tahun 2027. Hendry menegaskan, "Setelah selesai pekerjaan, akan dilakukan pengembalian kondisi jalan sehingga dapat dilintasi kendaraan."
Advertisement
Sumber: AntaraNews