Pengelola Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meminta pemudik Lebaran 2026 untuk memanfaatkan layanan check-in daring. Imbauan ini bertujuan mengatasi potensi penumpukan calon penumpang di area bandara menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah proaktif ini diharapkan dapat menciptakan kelancaran arus mudik.
Kepala Divisi Operasi Servis dan Keamanan Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Zulfan, menegaskan pentingnya penggunaan fasilitas ini. Menurutnya, "Kami berharap calon penumpang memanfaatkan 'check in' secara daring ini, agar tidak terjadi penumpukan calon penumpang di area 'chek in' tiket," ujarnya di Pangkalpinang pada Jumat.
Proses check-in daring memungkinkan pelaporan mandiri melalui situs resmi maskapai atau aplikasi yang tersedia. Layanan ini dapat diakses mulai 48 jam sebelum jadwal keberangkatan, memberikan kemudahan signifikan bagi masyarakat yang akan merayakan Lebaran.
Advertisement
Advertisement
Optimalisasi Check-in Daring untuk Kelancaran Mudik
Pemanfaatan check-in daring menjadi solusi efektif untuk mengurangi kepadatan di konter pelaporan bandara. Dengan melakukan pelaporan mandiri, calon penumpang dapat menghemat waktu dan menghindari antrean panjang, terutama saat puncak arus mudik Lebaran 2026. Ini juga sejalan dengan upaya peningkatan efisiensi layanan.
Zulfan menjelaskan bahwa sistem check-in daring dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada pemudik. Calon penumpang memiliki rentang waktu 48 jam sebelum keberangkatan untuk menyelesaikan proses ini. Kemudahan akses melalui situs atau aplikasi maskapai diharapkan mendorong partisipasi aktif dari masyarakat.
Implementasi check-in daring bukan hanya tentang kenyamanan individu. Ini juga merupakan bagian dari strategi manajemen bandara dalam mengelola lonjakan volume penumpang. Tujuannya adalah memastikan semua penumpang dapat melewati proses keberangkatan dengan lebih tertib dan minim hambatan.
Advertisement
Advertisement
Imbauan Penting untuk Keselamatan dan Kenyamanan Pemudik
Selain mendorong penggunaan check-in daring, Bandara Depati Amir juga menyampaikan beberapa imbauan krusial lainnya kepada pemudik. Salah satunya adalah kepatuhan terhadap peraturan penerbangan terkait barang bawaan. Pemudik diminta untuk memastikan barang bawaan sesuai dengan ketentuan maskapai.
Bagi pemudik yang membawa anak-anak, Zulfan menekankan pentingnya pengawasan ekstra. "Ia mengimbau calon penumpang angkutan udara yang membawa anak wajib untuk menjaga anaknya, agar mereka tidak kehilangan anak saat puncak arus mudik tahun ini," katanya. Hal ini untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan di tengah keramaian bandara.
Kesehatan menjadi aspek vital lain yang perlu diperhatikan. Calon penumpang dianjurkan untuk menjaga kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan mudik. Kondisi tubuh yang prima akan membantu menghindari kesulitan selama perjalanan menuju kampung halaman masing-masing.
Advertisement
Advertisement
Proyeksi Peningkatan Penumpang dan Antisipasi Arus Mudik Lebaran
Bandara Depati Amir telah mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang menjelang Lebaran 2026. Pada H-2 Lebaran, jumlah penumpang mencapai 6.782 orang, menunjukkan kenaikan dibandingkan H-3 yang tercatat 5.743 orang. Angka ini mengindikasikan tingginya animo masyarakat untuk mudik menggunakan transportasi udara.
Peningkatan jumlah penumpang ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga H-1 Lebaran dan selama periode arus balik. Zulfan memprediksi bahwa bandara akan tetap ramai. "Diperkirakan calon penumpang pada H-1 masih dan arus balik Lebaran nanti tetap ramai, karena animo masyarakat untuk mudik Lebaran menggunakan angkutan udara yang tinggi," ungkapnya.
Antisipasi terhadap lonjakan penumpang ini telah disiapkan oleh pihak pengelola bandara. Dengan imbauan check-in daring dan penegasan aturan lainnya, diharapkan seluruh proses operasional dapat berjalan lancar. Koordinasi dengan maskapai dan pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pemudik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews