Hasanudin bilang gampang, Dedi Mulyadi ngaku kesulitan saat psikotes

Tubagus Hasanuddin mengaku tidak kesulitan dengan tes fisik yang dijalani dalam pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Prosesi sebagai syarat maju di Pilgub Jabar itu dinilai sudah tak asing bagi dirinya yang punya latar belakang TNI.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hasanudin bilang gampang, Dedi Mulyadi ngaku kesulitan saat psikotes
Cagub-Cawagub Jabar jalani tes kesehatan. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Tubagus Hasanuddin mengaku tidak kesulitan dengan tes fisik yang dijalani dalam pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Prosesi sebagai syarat maju di Pilgub Jabar itu dinilai sudah tak asing bagi dirinya yang punya latar belakang TNI.

Dia optimis bisa lolos tes kesehatan lantaran semua tes pemeriksaan kesehatan, tes kejiwaan dan tes urine sudah dilalui tanpa masalah. "Dari mulai THT, mata, jantung, kemudian yang lain urine, pemeriksaan organ dalam dan sebagainya lancar," katanya usai pemeriksaan, Kamis (11/1).

Yang paling memakan waktu, kata Hasanuddin, adalah psikotes dan tes kejiwaan, karena banyaknya soal yang harus diisi. Itu pun bisa dilalui karena sudah delapan kali mengikuti tes kejiwaan selama masuk dalam Akademi Militer.

"Agak lama sih, tapi saya sudah delapan kali (mengikuti tes selama aktif di militer)," ucapnya.

Dia berharap semua proses yang dilaluinya hari ini menjadi penyempurna persyaratan yang harus dilaluinya untuk maju dan memenangkan Pilgub Jabar ini. "Optimis lolos karena saya kan mengikuti pola hidup sehat, tidak merokok dan sering olahraga," pungkasnya.

Sementara bakal cawagub yang diusung Demokrat dan Golkar Dedi Mulyadi mengaku sempat kesulitan menyelesaikan soal psikotes. Pria yang dipasangkan dengan Deddy Mizwar itu menyebut bagian mencocokkan gambar, mengisi daftar isian hingga hitung-hitungan adalah hal yang lumayan menyita waktu.

"Menghitung angka sekian triliun biasanya pake komputer, ini harus pake tangan, tapi ini bagian dari latihan kesabaran," katanya saat ditemui usai pemeriksaan.

Selain hitungan dan gambar, ada pertanyaan yang menguji bagaimana komitmen seorang pemimpin mempertanggungjawabkan perilakunya.

"Aspek yang diuji (ditanyakan) adalah soal berani menghadapi tantangan terhadap gagasan yang dimiliki, empati sosial yang tinggi, teliti dan memiliki daya imajinatif ke depan," terangnya.

Dia menyakini akan lolos dari pemeriksaan kesehatan yang merupakan tahapan pencalonan di Pilgub Jabar tersebut. Selama 15 tahun terakhir, ia tidak pernah pernah sakit dan tidak pernah minum obat kimia.

"Jadi memang secara umum tidak ada problem (kesehatan). Paling faktor kelelahan saja, itu manusiawi," pungkasnya.

Rekomendasi