Harta Benda Terbakar Saat Rusuh Wamena, Gani Pilih Pulang ke Halmahera Selatan

Minggu, 13 Oktober 2019 02:00 Reporter : Ya'cob Billiocta
Harta Benda Terbakar Saat Rusuh Wamena, Gani Pilih Pulang ke Halmahera Selatan Pengungsi dari Wamena tiba di Ternate. antara

Merdeka.com - 36 pengungsi dari Wamena asal Maluku Utara tiba di pelabuhan Ahmad Yani Ternate. Para pengungsi dibawa menggunakan kapal penumpang KM Sinabung.

"Saat tiba, mereka langsung ditempatkan di ruang tunggu untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara," kata Plt Kepala Dinas Sosial provinsi Maluku Utara (Malut) Andreas Thomas di Ternate, Sabtu (12/10).

Dia mengatakan sesuai data yang peroleh jumlah pengungsi sebanyak 36 orang, dan mereka adalah pengungsi asal Malut yang berada Wamena.

Sebelum pulang ke kampung halaman masing-masing, para pengungsi dilakukan pemeriksaan kesehatan dulu. "Kita belum pastikan apakah masih ada pengungsi yang datang atau tidak karena kita belum menerima informasi," terangnya.

Thomas menambahkan, para pengungsi asal Malut ini berasal dari Makian, Halmahera Selatan, Tobelo (Halut), Sanana (Kepsul) Jailolo Halbar dan kota Ternate mereka tinggal Wamena untuk mencari pekerjaan.

"Usai menjalani pemeriksaan dan pendataan, kalau ada keluarga yang datang ambil maka kita langsung serahkan ke keluarga," katanya.

Sementara itu, Abdullah Gani Ali salah satu pengungsi Wamena mengatakan alasannya memilih kembali kampung halaman dan tidak akan kembali Wamena, karena seluruh harta benda berupa rumah telah terbakar.

Dia mengakui, telah merantau ke Papua sejak tahun 1995 jadi sekitar 20 tahun bekerja sebagai pegawai Kesbangpol di Kota Wamena.

Dia mengatakan kalau kondisi kota Wamena saat ini sudah kondusif karena sudah ada pihak keamanan, namun dia masih trauma.

"Saat ini aktivitas sekolah-sekolah sudah mulai berjalan tapi belum sepenuh, karena kadang cuma 10 siswa yang hadir karena sebagian besar masih trauma kejadian tersebut," kata pria asal Makian, Halmahera Selatan.

Bahkan, Puluhan pengungsi Wamena Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua berasal dari Malut memilih kembali ke Kota Ternate, karena merasa tidak nyaman lagi tinggal dan menetap di daerah tersebut. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Kerusuhan Wamena
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini