Harga kedelai naik, produsen tempe di Padang pangkas jumlah produksi dan pekerja

Kamis, 6 September 2018 09:30 Reporter : Ya'cob Billiocta
Harga kedelai naik, produsen tempe di Padang pangkas jumlah produksi dan pekerja Pengrajin tempe di Sunter Jaya. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Produsen tempe di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mengeluhkan naiknya harga kacang kedelai yang merupakan bahan baku pembuatan tempe. Harga kedelai per karung dengan berat 50 kilogram naik sekitar 20 persen. Jika sebelumnya Rp 338 ribu, kini mencapai Rp 380 ribu hingga Rp 390 ribu.

Untuk mengakali kenaikan kedelai, salah satu produsen tempe di Padang, Zainal Efendi (60) mengurangi jumlah produksi dan pekerja.

"Kami tidak menaikkan harga jual tempe karena khawatir pelanggan lari. Untuk menyiasatinya terpaksa jumlah produksi dikurangi," katanya, Kamis (6/9).

Selain mengurangi jumlah produksi, bisnis tempe rumahan itu juga harus mengurangi pekerja untuk mengurangi pengeluaran.

"Biasanya pekerja saya enam orang, karena kondisi sekarang saya hanya pekerjakan empat orang saja," katanya.

Ia berharap pemerintah bisa menstabilkan harga kedelai yang naik seiring dengan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar, karena bahan baku tempe itu masih diimpor.

"Kami berharap peran pemerintah, jika harga kedelai terus merangkak naik, maka produksi akan terhenti," katanya.

Sementara Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar Ramal Saleh menilai kenaikan harga kedelai impor wajar menyusul lemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.

Hanya saja ia mengajak seluruh pihak terkait berfikir solutif, dengan menjadikan momen tersebut untuk menerapkan kebijakan Industrialisasi substitusi impor (ISI).

Yaitu kebijakan perdagangan yang mendukung penggantian barang impor dengan barang produksi dalam negeri.

"Ini harus jadi momen menumbuhkan semangat bertanam kedelai, selain untuk memenuhi kebutuhan juga bisa membuat kedelai lokal lebih kompetitif ke depan," katanya. [cob]

Baca juga:
Rupiah terus melemah, Ketua DPR ingatkan semua pihak tidak saling menyalahkan
Alasan menkeu naikkan pajak impor: Situasi saat ini barang mewah tak penting
Penerimaan migas positif, ESDM tak berencana naikkan harga BBM meski Rupiah melemah
Banggar DPR minta Menkeu cari langkah konkret atasi pelemahan rupiah
Menko Darmin akui saat ini tengah sulit tarik investasi ke Indonesia
Rupiah tengah melemah, masyarakat lebih pilih menabung

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini