Habibie buka Konferensi Internasional Pendidikan Islam I di Solo
Merdeka.com - Presiden Republik Indonesia ke 3 BJ Habibie membuka Konferensi Internasional Pendidikan Islam atau International Conference on Islamic Education (ICIE) untuk pertama kalinya di The Sunan Hotel Solo, Senin (10/10).
Konferensi yang akan berlangsung hari ini hingga 12 Oktober tersebut diselenggarakan oleh International Islamic Schools Alliance (ITTISHAL). ITTISHAL beranggotakan sekolah-sekolah Islam mulai dari tingkat pra sekolah hingga universitas baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Dalam kesempatan tersebut, BJ Habibie yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina ITTISHAL mengatakan bahwa di era digital sekarang ini dunia telah menyatu dan tak ada lagi batas-batas negara. Informasi bebas merambah ke ruang-ruang kehidupan tanpa bisa dibendung.
"Bagaimana cara mengantisipasi era digital seperti ini? Tinggal pencet saja semua informasi dari negara manapun menghampiri kita. Caranya hanya dengan memperkuat ketahanan budaya," ujarnya.
Habibie menegaskan, jika dulu ada batas-batas negara, namun sekarang tidak ada lagi. Berdasar pengalaman dia, dampak buruknya hanya bisa diantisipasi dengan meningkatkan ketahanan budaya. Karena itulah kita menerapkan otonomi daerah agar budaya di masing-masing daerah bisa berkembang.
"Saya juga mendorong terjadinya sinergi positif antara budaya, agama, dan teknologi untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Mengandalkan keunggulan SDM jauh lebih bisa diharapkan daripada mengandalkan sumber daya alam (SDA) yang memiliki nilai tukar tak menentu karena tergantung pada pasar dan permainan orang-orang tertentu katanya.
Ketua panitia ICIE yang juga President Director ITTISHAL Eny Rahma Zaenah mengatakan, konferensi tersebut bertujuan membangun jejaring untuk berkontribusi nyata pada pendidikan Islam.
"Konferensi ini baru pertama kita adakan, dan akan dilaksanakan pada 10-12 Oktober. Kami menggalang pemikiran dari pendidik dan peneliti tentang pendidikan Islam untuk memaparkan inovasi tentang pendidikan Islam," kata Rahma.
Rahma menjelaskan, dalam konferensi tersebut pihaknya juga akan mengenalkan ITTISHAL kepada publik. ITTISHAL telah dideklarasikan pada 1 Oktober 2015 lalu yang dipelopori dari Indonesia dan Prancis. Selain konferensi juga telah dilaksanakan peresmian ITTISHAL yang dilakukan Prof Dr BJ Habibie.
Peresmian aliansi diikuti dengan sesi penandatangan secara simbolis oleh 10 sekolah dari dalam dan luar negeri seperti Swedia, Arab Saudi, Indonesia, Afrika Selatan, dan Mozambik yang menjadi anggota dalam aliansi ini. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya