'Habibie Bapak Demokrasi Indonesia'

Rabu, 11 September 2019 20:25 Reporter : Merdeka
'Habibie Bapak Demokrasi Indonesia' BJ Habibie. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden ketiga RI BJ Habibie menghembuskan napas terakhirnya di RSPAD, Jakarta, Rabu (11/9). Menurut sang anak Thareq Kemal Habibie, BJ Habibie meninggal pada pukul 18.05 WIB.

Wakil Ketua Habibie Center Dewi Fortuna Anwar mengungkapkan, almarhum Habibie merupakan sosok yang sangat egaliter dan jauh dari kesan feodal. Hal itu, kata Dewi, ditunjukkan dari sikap Habibie yang selalu membuka ruang dialog dan perdebatan.

"Saya sering sekali berdebat dengan beliau begitu. Tentang bermacam-macam isu dan beliau mendidik kami untuk tidak takut berdebat," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (11/9).

Di mata Dewi, Habibie merupakan sosok yang tak pernah lemah untuk berjuang membangun Indonesia.

"Membangun Indonesia yang SDM-nya maju, berkebudayaan tinggi, berperadaban tinggi, membangun Indonesia yang demokratis," ungkapnya.

Dewi masih terngiang hingga sekarang pesan dari sosok yang ia anggap sebagai bapaknya itu. Menurutnya, pesan Habibie yang paling ia ingat ialah supaya tak mudah menyerah atau patah semangat.

Di samping itu, Habibie di mata Dewi juga bukan hanya sebagai Bapak Teknologi. Lebih dari itu, ia yang sudah sejak lama mengikuti jejak langkah sang ilmuwan kebanggaan Indonesia itu mengenal Habibie sebagai Bapak Demokrasi bagi Indonesia.

"Di belakang beliau dikenal sebagai Bapak Demokrasi. Dua hal ini, Bapak Teknologi, Bapak Demokrasi yang ingin memajukan Iptek, dan yang mengatakan kita harus berbudaya, harus religius dan ini saya kira penting sekali tetap pegangan," pungkasnya.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini