Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gus Miftah Minta Ceramah Ustaz Abdul Somad di KPK Jangan Dijadikan Kontroversi

Gus Miftah Minta Ceramah Ustaz Abdul Somad di KPK Jangan Dijadikan Kontroversi Gus Miftah. ©2019 Liputan6.com/Ditto Radityo

Merdeka.com - Ulama Kondang Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah menilai kehadiran Ustaz Abdul Somad (UAS) berceramah di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak perlu dipersoalkan. Menurut dia, UAS adalah seorang penceramah baik sehingga tidak ada salahnya bila memberikan kajiannya di mana pun termasuk di lembaga antirasuah.

"Beliau orang alim, orang hebat. Boleh-boleh saja ceramah di KPK juga boleh, di mana-mana juga boleh seperti itu jangan jadi kontroversi," kata Gus Miftah usai menghadiri acara Santri of The Year di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (21/11).

Menurut Gus Miftah, semakin keruhnya polemik atas kehadiran UAS bisa berpotensi keretakan persatuan dan kesatuan umat. Karenanya, dia meminta kontroversi terkait ceramah UAS di KPK itu disudahi.

"Jangan jadi kontroversi supaya umat bisa kembali akur," tambah dia.

Penjelasan KPK Soal Ceramah UAS

Sebelumnya, pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad mengisi kajian bertemakan integritas, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/11). Dalam kajiannya itu, UAS banyak bercerita soal hubungan antara Allah SWT dengan manusia.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menegaskan, kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk mengisi kajian bukanlah diundang KPK secara kelembagaan.

"Kalau UAS sama sekali bukan lembaga. Jadi, ada beberapa staf yang pada waktu itu kajian Zuhur mengundang Ustaz Somad," katanya, di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (20/11).

Kendati sudah dilarang pimpinan KPK, ternyata UAS tetap dihadirkan, Agus menegaskan akan memeriksa pegawai yang menginisiasi kegiatan tersebut.

Ketika ditanya apakah pegawai tersebut tergabung dalam Wadah Pegawai (WP) KPK, ia secara tegas membantah.

"Bukan, ada sekelompok. Di KPK ada organisasi namanya BAIK. Itu singkatan (Badan Amal Islam KPK)," ujar Agus.

Agus mengakui malam sebelum pelaksanaan kajian yang mengundang UAS itu sudah memberitahu kepada pimpinan KPK.

"Sebetulnya pimpinan sudah mencegah. Bukan mencegah kapasitas UAS, tetapi kan di beberapa waktu lalu pernah ada kontroversi ya mengenai beliau," ucapnya.

Kemudian, giliran penceramah KH Ahmad Muwafiq yang akrab disapa Gus Muwafiq yang menyampaikan tausiah di depan pimpinan dan pegawai KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/11).

Berbeda dengan acara yang mengundang Gus Muwafiq, Rabu ini, sebab acara hari ini sudah direncanakan pimpinan KPK secara kelembagaan sejak lama.

"Jadi beda, yang kemarin (UAS) ada beberapa orang yang mengundang kajian Zuhur, kemudian sebetulnya tidak disetujui pimpinan. Kalau yang hari ini (Gus Muwafiq) memang programnya pimpinan," ungkapnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP