Gus Ipul Pecat dan Cabut Sertifikat Pembina Pramuka yang Cabuli 15 Siswa

Rabu, 24 Juli 2019 19:00 Reporter : Erwin Yohanes
Gus Ipul Pecat dan Cabut Sertifikat Pembina Pramuka yang Cabuli 15 Siswa Pembina Pramuka Cabuli 15 Orang Siswa di Surabaya. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Rahmat Santoso Slamet, pembina pramuka yang mencabuli 15 siswa di beberapa sekolah di Surabaya, akhirnya dipecat dari jabatannya di pramuka. Ia dianggap telah mencoreng nama baik pembina pramuka.

Pemecatan terhadap tersangka ini disampaikan oleh Ketua Kwartir Daerah (Kakwarda) Pramuka Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Mantan Wakil Gubernur Jatim ini juga mengutuk keras aksi pencabulan yang dilakukan oleh tersangka.

"Ini namanya tindakan yang tidak bermoral. Kita sangat prihatin dengan kejadian ini. Saya atas nama Ketua Kwartir Daerah area Jatim memberhentikan dengan tidak hormat," katanya, Rabu (24/7).

Ia menambahkan, sebagai pembina pramuka, apa yang dilakukan tersangka dianggap sangat bertentangan dengan dasa darma pramuka. Selain dipecat, ia juga akan mencabut sertifikat tersangka sebagai pembina pramuka, karena dianggap telah mencoreng nama baik pramuka.

"Apa yang dilakukan ini telah merusak masa depan anak-anak kita," tambahnya.

Sebelumnya, Rahmat Santoso Slamet, seorang pembina pramuka diduga mencabuli anak didiknya di beberapa sekolah di Surabaya. Ia diketahui telah melakukan aksi cabul ini pada siswa laki-laki sejak pertengahan 2016 lalu hingga terakhir pada 13 Juli 2019.

Setidaknya, ada 15 murid yang telah menjadi korbannya. 3 diantaranya, telah melapor ke polisi. Tersangka Rahmat sendiri, mengaku menjadi pembina pramuka sejak 2015 lalu.

Modusnya, tersangka mewajibkan pada korban yang mengikuti seleksi grup pramuka inti bernama 'minion', di rumah tersangka, di Jl. Kupang Segunting, Kec. Tegalsari, Surabaya.

Agar dapat mendekati para korbannya, tersangka selalu meminta pada para kader pramuka laki-laki yang berumur antara 14 hingga 16 tahun, bertandang ke rumahnya untuk mengikuti tes khusus. Tes khusus ini lah yang pada akhirnya menjadi modus tersangka untuk melakukan pencabulan pada para korban. [ded]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini