Gubernur Sumsel Klaim Kualitas Udara Masih Aman Meski Dikepung Kabut Asap

Rabu, 18 September 2019 16:47 Reporter : Irwanto
Gubernur Sumsel Klaim Kualitas Udara Masih Aman Meski Dikepung Kabut Asap Kabut asap di Palembang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Meski kualitas udara sudah memasuki level sangat tidak sehat hingga berbahaya, Gubernur Sumsel Herman Deru masih mengklaim masih aman untuk beraktivitas di luar rumah. Sementara kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di sejumlah daerah di provinsi itu.

Deru mengatakan, kualitas udara di daerahnya masih berstatus sedang. Dalam kondisi itu, menurutnya, kesehatan masyarakat belum terpengaruh kabut asap.

"Artinya masih boleh beraktivitas di tempat umum," ungkap Deru, Rabu (18/9).

Oleh karena itu, dia menyebut belum diperlukan didirikan rumah singgah atau safe house untuk masyarakat agar terhindar terpapar asap. Sebab, kualitas udara masih bersifat fluktuatif, kadang sedang bahkan sempat membaik.

"Kemarin sempat levelnya 60 (µgram/m3), bahkan ada 30 (sehat)," kata dia.

Sementara itu, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Bambang Beny Setiaji mengatakan, konsentrasi PM 10 yang tercatat di Stasiun Klimatologi Palembang pada 18 September 2019 pukul 00.00-07.00 WIB tercatat sempat menyentuh kategori berbahaya dengan nilai maksimum 301 µgram/m3.

Kemudian turun menjadi tidak sehat pada rentang pukul 22.00-08.00 WIB dan kondisi sehat hingga sedang umumnya terjadi pada rentang waktu 08.00-22.00 WIB.

"Ini berpotensi diperburuk jika adanya campuran kelembapan yang tinggi (partikel basah/uap air) sehingga membentuk fenomena smog (kabut asap)," terangnya.

Tebalnya kabut asap berdampak pada penurunan jarak pandang. Pagi tadi sempat berkisar 700-800 meter. Jarak pandang meningkat 1,5 km pada siang hari dan naik menjadi 7 km pada sore harinya.

"Dan kembali terus menurun hingga pukul 05.00-06.00 WIB," kata dia. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini