Gubernur NTT Semprot Pemda & Sekda Terkait Anak SD Bunuh Diri: Saya Malu, Masih Ada Warga Miskin Meninggal

Peristiwa ini menjadi sorotan nasional dan memicu kritik keras dari Gubernur terhadap pemerintah daerah hingga seluruh pranata sosial di NTT.

Magang
Oleh Magang - Reporter
Gubernur NTT Semprot Pemda & Sekda Terkait Anak SD Bunuh Diri: Saya Malu, Masih Ada Warga Miskin Meninggal
Gubernur NTT Semprot Pemda & Sekda Terkait Anak SD Bunuh Diri: Saya Malu, Masih Ada Warga Miskin Meninggal (Merdeka.com)

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena meluapkan kemarahannya atas peristiwa meninggalnya seorang warga di Kabupaten Ngada yang diduga meninggal akibat kemiskinan.

Peristiwa ini menjadi sorotan nasional dan memicu kritik keras dari Gubernur terhadap pemerintah daerah hingga seluruh pranata sosial di NTT.

Pernyataan itu disampaikan Melki saat memberikan pidato di Universitas Citra Bangsa, Kupang, Rabu (5/2). Ia menegaskan, peristiwa tersebut mencerminkan kegagalan pemerintah dan sistem sosial dalam melindungi warga paling rentan.

Melki Laka Lena mengungkapkan, sejak dua hari terakhir dirinya menerima banyak pesan dari menteri, pimpinan DPR, hingga berbagai pihak yang mempertanyakan kondisi di NTT. Ia mengaku malu sebagai gubernur karena masih ada warga negara Indonesia yang meninggal hanya karena persoalan ekonomi dasar.

"Malu saya sebagai gubernur. Masa ada warga negara Indonesia mati hanya karena miskin. Ini bukan persoalan biasa, ini alarm bagi kita semua," ujar Melki di hadapan para pejabat dan akademisi.

Gubernur Melkiades secara khusus menyoroti lambannya respons Pemerintah Kabupaten Ngada. Ia mengaku sudah menghubungi pimpinan daerah setempat, namun tidak segera mendapat tanggapan, hingga akhirnya harus mengirim timnya sendiri untuk mengecek langsung ke lapangan.

Ia juga mengkritik keras karena hingga malam hari belum ada perwakilan resmi pemerintah daerah yang datang melayat keluarga korban.

"Tadi malam saya cek, belum ada pemda Ngada datang secara resmi melayat keluarga korban. Ini gila. Kita gagal sebagai pemerintah kalau urus warga negara model begini," tegasnya.

Menurut Melki, kegagalan ini tidak hanya milik pemerintah, tetapi juga kegagalan pranata sosial secara menyeluruh.

"Pemerintahan gagal, pranata sosial gagal, pranata agama gagal, pranata budaya gagal. Sampai ada orang mati karena miskin begini," ujarnya.

Dalam pernyataannya, Gubernur NTT juga mempertanyakan efektivitas berbagai program bantuan sosial yang selama ini digelontorkan ke daerah.

"Guna apa kita punya PKH, perangkat sosial segala macam. Uang triliunan mengalir ke NTT, tapi masih ada orang miskin mati karena tidak bisa beli buku tulis. Ini tidak boleh terjadi lagi," kata Melkiades.

Ia menegaskan kejadian tersebut harus menjadi yang terakhir dan meminta seluruh jajaran pemerintah daerah bertanggung jawab secara berjenjang.

"Ini cukup, ini yang terakhir. Kalau ada lagi yang mati karena kita abai, kita eksekusi siapa yang bertanggung jawab. Saya siap dituntut kalau saya salah," tegasnya.

Reporter Magang - Mochamad Aidil Akbar



Rekomendasi