Gubernur Bali Wayan Koster menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mentraktir warga di beberapa lokasi UMKM. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Suci Tumpek Krulut yang jatuh pada Saniscara Kliwon, wuku Krulut dalam kalender cakka. Momen ini dimanfaatkan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mendukung geliat ekonomi lokal di tengah perayaan hari suci.
Perayaan Tumpek Krulut oleh Gubernur Koster tidak hanya dilakukan secara spiritual namun juga secara sosial. Setelah melaksanakan persembahyangan di Pura Candi Narmada, Gubernur Koster melanjutkan kegiatannya dengan mengunjungi dan mentraktir masyarakat di Kopi Jenar, Tan Panama, dan Warung Babi Guling Men Wenci. Semua lokasi yang dipilih merupakan UMKM lokal yang menjadi bagian penting dari perekonomian Denpasar.
Inisiatif mentraktir masyarakat di UMKM ini merupakan bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai Tumpek Krulut sebagai hari kasih sayang, kebahagiaan, dan harmoni. Gubernur Koster menekankan bahwa kegiatan ini adalah media interaksi yang efektif dengan anak-anak muda, sekaligus memaknai hari kasih sayang bersama dengan kearifan lokal Bali. Langkah ini diharapkan dapat menjaga warisan budaya dan membangun karakter jati diri masyarakat Bali, khususnya generasi muda yang menjadi pasar utama UMKM tersebut.
Advertisement
Advertisement
Makna Hari Tumpek Krulut dan Interaksi Sosial
Umat Hindu Bali memperingati Tumpek Krulut sebagai hari suci yang bermakna penyucian atau otonan gamelan dan alat musik tradisional. Lebih dari itu, hari ini juga dimaknai sebagai perayaan kasih sayang, kebahagiaan, dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. Gubernur Bali Wayan Koster mengimplementasikan makna tersebut dengan cara yang relevan di era modern, yaitu melalui interaksi langsung dan dukungan terhadap UMKM lokal.
Menurut Gubernur Koster, mentraktir masyarakat di tiga UMKM ini adalah bagian dari bentuk kasih sayang yang dapat dirasakan langsung oleh warga. Kegiatan ini menjadi jembatan interaksi antara pemerintah dengan masyarakat, khususnya generasi muda, di tempat-tempat yang mereka gemari. Melalui pendekatan ini, makna filosofis Tumpek Krulut diharapkan dapat tersampaikan dan terinternalisasi dengan lebih baik di kalangan generasi penerus.
Komitmen untuk rutin merayakan Tumpek Krulut dengan cara-cara inovatif seperti ini bertujuan untuk menjaga warisan hari kasih sayang ala masyarakat Hindu Bali tetap lestari. Ini juga merupakan upaya membangun karakter dan identitas masyarakat Bali, dimulai dari generasi muda. Selain itu, Pemprov Bali juga menggelar festival musik di Taman Budaya Art Center pada malam harinya, mendatangkan musisi lokal dan mengajak masyarakat hadir secara gratis untuk menikmati perayaan ini.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif bagi UMKM Lokal Bali
Kegiatan mentraktir oleh Gubernur Bali memberikan dampak positif yang signifikan bagi UMKM lokal yang terlibat. Salah satunya adalah Tan Panama Kopi, yang mengalami peningkatan drastis dalam jumlah pelanggan dan penjualan. Manajer Tan Panama Kopi, Wahyu Febrianto, mengungkapkan bahwa UMKM-nya ramai sejak pagi dengan prediksi lebih dari 1.500 gelas kopi akan terjual hingga malam hari.
Pada hari biasa, Tan Panama Kopi biasanya menjual sekitar 800 gelas per hari. Dengan adanya program ini, UMKM lokal tersebut merasakan keuntungan berlipat ganda, menunjukkan potensi besar dari dukungan pemerintah daerah. Febrianto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Koster yang telah mempercayakan UMKM mereka sebagai bagian dari kegiatan penting ini.
Gubernur Koster memastikan bahwa masyarakat tidak perlu membayar minuman atau makanan yang dibeli di tiga UMKM tersebut sepanjang hari. Anggaran yang digunakan untuk kegiatan ini berasal dari uang operasional gubernur, bukan dari APBD Pemprov Bali. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung ekonomi kerakyatan tanpa membebani kas daerah.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme Warga dan Komitmen Gubernur
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi, terutama dari kalangan generasi muda. Seorang warga Denpasar bernama Prama mengaku senang karena selain mendapatkan kopi gratis di tempat langganannya, ia juga memperoleh pemahaman lebih dalam mengenai makna dan implementasi Tumpek Krulut di luar kegiatan persembahyangan. Interaksi langsung ini menjadi nilai tambah bagi warga.
Gubernur Koster melihat langsung kegairahan dan antusiasme generasi muda yang datang ke lokasi UMKM yang ditraktir. Meskipun belum mengetahui pasti berapa banyak gelas yang sudah habis sejak pagi, ia menegaskan bahwa semua gratis seharian penuh. Ini merupakan upaya untuk membangun kedekatan antara pemerintah dengan rakyat, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap kearifan lokal.
Komitmen Gubernur Koster untuk terus merayakan Tumpek Krulut dengan cara-cara yang melibatkan masyarakat dan UMKM lokal diharapkan dapat terus berlanjut. Ini bukan hanya tentang perayaan hari suci, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah dapat menciptakan ruang interaksi, dukungan ekonomi, dan pelestarian budaya secara bersamaan. Dengan demikian, karakter jati diri masyarakat Bali dapat terus terbangun dan terjaga.
Advertisement
Sumber: AntaraNews