Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gubernur Aceh surati pemerintah Myanmar minta kekerasan dihentikan

Gubernur Aceh surati pemerintah Myanmar minta kekerasan dihentikan Muslim Rohingya korban kekejaman militer Myanmar. ©REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

Merdeka.com - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf meninjau langsung keberangkatan dua pesawat Hercules milik TNI AU yang diberangkatkan ke Bangladesh untuk mengantar bantuan bagi pengungsi Rohingya melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Kamis (14/9).

Pada kesempatan itu, Irwandi Yusuf mengaku sudah mengirim surat kepada pemerintah Myanmar. Isinya agar pemerintah Myanmar menghentikan kekerasan bersenjata. Konflik itu lebih baik diselesaikan secara damai. Karena kekerasan bersenjata bisa menghancurkan sendi-sendi ekonomi dan banyak memakan korban.

Surat itu sebagai bentuk protes Pemerintah Aceh terhadap pengusiran etnis Rohingya di Rakhine State. Protes ini semata-mata karena Aceh sudah pernah mengalami hal yang sama. Penyelesaian secara damai menjadi jalan terbaik mengakhiri krisis kemanusiaan.

"Sudah saya kirim surat ke Dubes pemerintah Myanmar. Ada beberapa poin dalam surat, diantaranya untuk menghentikan krisis bersenjata itu," kata Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Pemerintah Aceh berencana membantu pengungsi Rohingya di Bangladesh dalam bentuk uang. Namun Irwandi tidak menyebutkan jumlah uang yang hendak dibantu.

"Pesawat berangkat ada beberapa trip, rencana kita akan bantu dalam bentuk uang," ucapnya.

Empat pesawat Hercules milik TNI AU sudah parkir di Lanud SIM, Blang Bintang, Aceh Besar sejak kemarin. Tadi siang hanya dua pesawat yang diizinkan mendarat di Bandara Chittagong, Banglades untuk menurunkan logistic bantuan dari Indonesia.

Ini disebabkan keterbatasan tempat parkir pesawat di Bandara Chittagong, yaitu hanya muat 4 pesawat. Sehingga dua pesawat yang berangkat, sedangkan dua pesawat lagi dijadwalkan akan berangkat besok.

Pesawat nomor lambung A-1316 berangkat pertama kalinya pada pukul 13.40 WIB membawa beras, kru dan 11 wartawan. Berselang 30 menit kemudian berangkat pesawat nomor A-1319. Kedua pesawat ini membawa beras sebanyak 20 ton. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP