Daerah Otonom Guangxi Zhuang, China, menyatakan keinginannya untuk melibatkan Indonesia dalam rantai pasok industri otomotif berteknologi tinggi di kawasan ASEAN. Inisiatif ini akan diwujudkan melalui perusahaan SAIC-GM-Wuling (SGMW) yang telah lama berinvestasi di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara "Guangxi Open Day" yang merupakan bagian dari sidang parlemen tahunan China atau "Dua Sesi" pada 4–12 Maret 2026.
Sekretaris Partai sekaligus Wakil General Manager SGMW, Yao Zuoping, menegaskan komitmen Guangxi dan industri kendaraan energi baru (NEV) untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia serta negara-negara ASEAN. Fokus kerja sama meliputi penerapan kecerdasan buatan, inovasi produk, serta pengembangan rantai pasok. Ini menunjukkan peran strategis Indonesia dalam visi ekspansi SGMW di Asia Tenggara.
Indonesia dianggap sebagai salah satu pasar otomotif utama di ASEAN, didukung populasi besar dan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Sejak tahun 2017, Wuling telah mengoperasikan pabrik manufaktur di Indonesia dengan investasi sekitar satu miliar dolar AS. Kehadiran Wuling di Indonesia menjadi bukti nyata dari potensi kerja sama yang lebih luas di masa depan, khususnya dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Advertisement
Advertisement
Guangxi, sebagai wilayah setingkat provinsi di China selatan yang berbatasan dengan Asia Tenggara, merupakan basis penting bagi SAIC-GM-Wuling. Induk produsen kendaraan listrik (EV) Wuling ini telah masuk ke pasar Indonesia sejak tahun 2015, menunjukkan komitmen jangka panjang. Keberadaan Guangxi sebagai gerbang China menuju ASEAN memberikan keuntungan logistik dan strategis yang signifikan.
Yao Zuoping menyoroti keberhasilan Wuling di Indonesia, terutama dengan model Air EV yang diklaim menjadi kendaraan energi baru pertama yang diproduksi secara lokal. Model ini telah meraih pangsa pasar sekitar 29,8 persen, menandakan penerimaan positif dari konsumen. Ini membuktikan kemampuan Wuling untuk beradaptasi dan berinovasi sesuai kebutuhan pasar lokal.
Perusahaan terus mengembangkan teknologi canggih seperti konsep "digital twin" serta Sistem Manufaktur Pulau Cerdas (I2MS). Selain itu, teknologi internal seperti Lingxi Power, Tianyu Architecture, dan Shenlian Battery juga menjadi fokus pengembangan. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk Wuling di Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Wuling telah menyiapkan tujuh langkah strategis untuk pengembangan lebih lanjut di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Pertama, Wuling akan meluncurkan dua model kendaraan baru dengan tiga pilihan sistem penggerak, yakni mesin pembakaran internal, listrik murni, dan hibrida. Perusahaan juga berencana memfasilitasi produksi lokal di Indonesia bagi model dari merek SAIC Motor lainnya, termasuk MG dan Maxus.
Kedua, Wuling akan menerapkan strategi integrasi regional Indonesia–Malaysia–Thailand, menjadikan Indonesia sebagai pusat regional. Rantai pasok dan produksi kendaraan listrik akan semakin dilokalkan dan diperluas ke berbagai negara ASEAN. Indonesia juga akan dikembangkan sebagai basis produksi global Wuling untuk kendaraan setir kanan, memperkuat posisinya dalam rantai pasok otomotif ASEAN.
Ketiga, perusahaan berkomitmen memperdalam lokalisasi produk serta memperluas ekosistem kendaraan energi baru, termasuk menggandeng mitra baru di sektor sistem kendali elektronik dan infrastruktur pengisian daya. Keempat, Wuling akan mendukung pengembangan regulasi dan standar kendaraan energi baru di Indonesia, termasuk rencana pendirian Pusat Riset Standar dan Regulasi Otomotif China–ASEAN.
Advertisement
Kelima, Wuling akan mengoptimalkan sistem logistik melalui Pelabuhan Teluk Beibu, memanfaatkan posisi Guangxi sebagai gerbang China menuju ASEAN. Ini juga termasuk memperluas perdagangan bilateral dan meningkatkan pembelian produk Indonesia. Keenam, teknologi kecerdasan buatan dan sistem I2MS akan diperkenalkan di fasilitas Indonesia guna meningkatkan digitalisasi manufaktur dan rantai pasok.
Advertisement
Langkah ketujuh Wuling adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui kerja sama dengan universitas di Guangxi. Program ini mencakup pendirian Institut Otomotif Wuling China–Indonesia serta program pelatihan khusus bagi generasi muda Indonesia. Mahasiswa Indonesia akan direkrut melalui Guangxi Minzu University untuk menjalani pelatihan di kantor pusat Wuling sebelum kembali bekerja di Indonesia.
Bersama lebih dari 80 perusahaan dalam rantai pasok otomotif, Wuling berencana membentuk Konsorsium Integrasi Industri–Pendidikan Kendaraan Energi Baru China–ASEAN. Konsorsium ini bertujuan mencetak tenaga teknis terampil yang dibutuhkan industri. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Wuling terhadap pengembangan ekosistem industri yang berkelanjutan.
Yao Zuoping juga menyampaikan harapan agar pemerintah Indonesia mempertahankan kebijakan dukungan jangka panjang bagi kendaraan energi baru. SAIC-GM-Wuling, yang berkantor pusat di Liuzhou, Guangxi, telah mencatat total produksi dan penjualan lebih dari 31 juta unit. Pada tahun 2025, perusahaan menargetkan penjualan sekitar satu juta unit kendaraan listrik, menempatkannya di peringkat kelima produsen otomotif di China.
Advertisement
Di Indonesia, Wuling memasarkan tiga model EV utama: Air ev yang diluncurkan pada 2022, Binguo EV, dan Cloud EV dengan jarak tempuh hingga sekitar 460 kilometer. Pada tahun 2023, Wuling menguasai sekitar 41 persen pangsa pasar kendaraan listrik Indonesia dan mencatat penjualan kumulatif lebih dari 100.000 unit. Data ini menegaskan posisi kuat Wuling dalam pasar EV domestik dan potensinya dalam memperkuat rantai pasok otomotif ASEAN.
Sumber: AntaraNews