Gerindra Hormati Hak Politik Partai Koalisi Prabowo, Bertahan atau Keluar

Selasa, 7 Mei 2019 23:32 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Gerindra Hormati Hak Politik Partai Koalisi Prabowo, Bertahan atau Keluar Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade. ©2019 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menegaskan, bahwa dirinya menghormati bila ada partai pengusung paslon 02 yang ingin mengambil sikap lain. Hal itu terkait dengan sikap manuver Partai Demokrat.

"Saya mengklarifikasi bahwa pernyataan saya adalah bahwa kami menghormati hak partai politik koalisi kami yang ingin bertahan atau keluar," kata Andre saat dikonfirmasi, Selasa (7/5).

"Jadi kalau ada yang ingin keluar tentu kami tidak bisa memaksa dan juga tidak ingin meminta serta memohon agar mereka bertahan, itu hak partai politik itu," sambungnya.

Andre menekankan, bahwa Partai Gerindra tidak akan memohon kepada partai tersebut supaya tetap bertahan di barisan Prabowo-Sandi. Menurutnya, setiap partai punya hak masing-masing.

"Tetapi yang jelas kami sekali lagi, kami tentu berharap partai partai politik yang ada di dalam koalisi kami tentu seandainya yang ada ingin keluar tentu menjaga etika politik dengan sesuai peribahasa datang tampak muka, tentu pergi tampak punggung," jelasnya.

Andre ingin keputusan politik yang diperjuangkan bersama diakhiri pula dengan cara kebersamaan. Hal tersebut sebagai etika politik yang mesti ditunjukkan.

"Jadi tidak benar saya bilang Demokrat silakan keluar sekarang juga seperti berita sebelumnya, saya ingin mengklarifikasi hal itu, jadi saya hanya menyampaikan kalau ada yang ingin keluar yaitu hak yang kami hormati, tapi sesuai etika datanglah bicara dulu," tuturnya.

Kendati demikian, partai Gerindra meyakini bahwa partai Demokrat tetap komitmen berada dalam koalisi Prabowo-Sandi sesuai dengan sikap Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan.

"Tetapi tentu kami berharap tidak ada teman-teman yang genit, teman-teman Demokrat yang genit di media mainstream maupun sosial, bahkan ada yang bicara bahwa seandainya pak Prabowo tanggal 22 kalah kami akan keluar dari koalisi saya rasa enggak patut ya bicara seperti itu," pungkasnya. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini