Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gempa tremor beberapa kali terjadi usai erupsi Gunung Agung

Gempa tremor beberapa kali terjadi usai erupsi Gunung Agung Gunung Agung. ©2017 Merdeka.com/Gede Nadi jaya

Merdeka.com - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi mencatat terjadi gempa tremor pascaletusan freatik Gunung Agung, Bali. Gempa berlangsung dalam kurun waktu enam jam, dari pukul 12 siang hingga 6 sore.

"Gempa tremor nonharmonik yang durasi waktunya cukup panjang. Dalam catatan dari 4.800-14.400 detik," kata Kepala Bidang Mitigasi PVMBG, I Gede Suantika di Karangasem, Rabu (22/11).

Selain itu sekali terjadi gempa vulkanik dangkal berdurasi 15 detik, gempa vulkanik dalam terjadi 3 kali dengan durasi 10-13 detik dan gempa tektonik jauh sekali.

"Dalam waktu yang sama juga terekam tremor menerus terjadi pada pukul 14.00 Wita sampai sampai pukul 18.00 Wita dengan amplitudo 1 sampai 9 mm ( dominan 4 mm)," ungkapnya.

Secara visual, masih terjadi kepulan asap di puncak Gunung Agung. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dan kelabu, dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 500 sampai 800 meter.

"Terlihat asap condong ke timur dari kawah puncak. Asapnya ini cukup fluktuatif. Status Gunung Agung masih berada di level III," terangnya.

PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di zona perkiraan bahaya, yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 km dari puncak gunung.

Sementara itu, jumlah warga yang tercatat di pengungsian tidak menunjukkan kenaikan yang drastis.

Berdasarkan data pengungsi siaga erupsi Gunung Agung, hingga malam ini jumlah pengungsi ada 25.997 jiwa yang tersebar di 229 titik pengungsian. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP