Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Mahakam Ulu, Terasa hingga Samarinda

Kabupaten Mahakam Ulu di Provinsi Kalimantan Timur, diguncang gempa tektonik dengan magnitudo 4,6, Selasa (20/6). Gempa itu dirasakan hingga Kota Samarinda.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Mahakam Ulu, Terasa hingga Samarinda
Ilustrasi gempa bumi. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Kabupaten Mahakam Ulu di Provinsi Kalimantan Timur, diguncang gempa tektonik dengan magnitudo 4,6, Selasa (20/6). Gempa itu dirasakan hingga Kota Samarinda.

BMKG melalui Stasiun Geofisika Manado mencatat gempa bumi terjadi sekitar pukul 12.43 WIB. Analisa menunjukkan gempa bumi memiliki parameter magnitudo 4,6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1.117 LU dan 114.99 BT. "Tepatnya berlokasi 47 km Tenggara Mahulu Kalimantan Timur dan berkedalaman 10 km," kata Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya melalui keterangan tertulis.

Dia menerangkan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi kerak dangkal akibat proses deformasi pada batuan.

Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Mahakam Ulu dan Samarinda dengan intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).

"Hingga saat ini tidak terdapat laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi tersebut," ujar Tony.

Hingga pukul 13.25 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. Dia meminta masyarakat di wilayah Mahakam Ulu, Samarinda dan sekitarnya tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," terang Tony.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kaltim juga telah meneruskan informasi BMKG itu. Masyarakat diimbau untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

"Seperti disampaikan BMKG, agar masyarakat tetap tenang dan bisa memastikan informasi yang benar," kata petugas Pusdalops BPBD Kaltim Muriono, kepada merdeka.com.

Rekomendasi