Geledah Rumah Terduga Teroris di Bantul, Densus 88 Amankan Rompi, HP hingga HT

Sabtu, 3 April 2021 20:57 Reporter : Purnomo Edi
Geledah Rumah Terduga Teroris di Bantul, Densus 88 Amankan Rompi, HP hingga HT Densus 88. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Personel Densus 88 menggeledah sebuah rumah di Kampung Salakan, Dusun Jotawang, Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Sabtu (3/4). Dalam penggeledahan ini, sejumlah barang diamankan oleh Densus 88.

Kepala Dusun Jotawang, Arintoko mengatakan penggeledahan dilakukan di sebuah rumah yang dihuni oleh pria berinisial HK (40) dan istrinya. HK diketahui sudah sejak 2004 lalu tinggal di rumah tersebut.

"Tadi penggeledahan sekitar jam 10. Yang digeledah rumah milik DK. DK warga asal Pemalang tapi sudah sejak 2004 tinggal di sini," kata Arintoko.

Arintoko menerangkan jika dirinya tak tahu pasti apa pekerjaan dari DK. Hanya saja DK diketahui kerap ke luar kota. Sementara istrinya membuka jasa katering kue.

Arintoko menjabarkan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, DK dinilainya cukup aktif. Bahkan DK kerap mengisi pengajian masyarakat.

"Sering mengisi kajian tapi isi kajiannya tidak ada yang radikal, biasa saja. Kalau aktivitas kampung seperti warga lainnya, kerja bakti, ronda. Tidak ada yang aneh," ucap Arintoko.

Arintoko menerangkan saat penggeledahan tak tampak sosok DK. Hanya ada istri dan karyawan katering kue yang menyaksikan saat penggeledahan.

Arintoko menambahkan jika dari informasi yang diperolehnya, DK telah diamankan oleh personel Densus 88. DK diamankan saat perjalanan pulang dari Jakarta.

Terpisah, Ketua RT 08, Handoyo mengaku jika dirinya diminta menjadi saksi oleh Densus 88 saat menggeledah rumah milik DK. Handoyo menyebut ada sejumlah barang yang dibawa dari kediaman DK.

"Tadi yang dibawa (polisi) seperti kamera digital, rompi ada tulisannya perisai (di bagian depan rompi), HP jadul, buku-buku, banner, stempel, CD, flashdisk dan HT jadul," tutur Handoyo.

Handoyo menjabarkan jika penggeledahan selesai sekitar pukul 16.30 WIB. Handoyo menyebut sebelum penggeledahan sempat dilakukan sterilisasi lokasi oleh Gegana.

Handoyo menjabarkan bahwa rumah tersebut telah dibeli oleh DK sejak 2008 lalu. Sebelumnya DK mengontrak sejak 2004. Handoyo menambahkan DK memang kerap berada di luar kota. DK, sambung Handoyo sangat mobile orangnya.

"Sudah lama di sini, 2008 beli rumah, sebelumnya ngontrak di tahun 2004. Kalau kesehariannya dia itu kerja tapi banyak di luar Kota. Kalau istrinya punya usaha katering, istrinya dari Gorontalo. Yang jelas dia itu orangnya mobile, seminggu sekali bisa ke luar kota. Terus biasanya baru pulang seminggu sekali juga," pungkas Handoyo. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini