Gatot Nurmantyo: George Toisutta Sosok Tauladan Baik

Rabu, 12 Juni 2019 22:29 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Gatot Nurmantyo: George Toisutta Sosok Tauladan Baik Pemakaman George Toisutta di Makassar. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Jenazah almarhum Jenderal TNI purnawirawan George Toisutta, eks Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), dimakamkan di Tempat Pekuburan Umum (TPU) Dadi, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kecamatan Mamajang, Makassar, Rabu (12/6). Jenazah tiba sekitar pukul 17.00 WITA.

Selain kerabat almarhum, personel-personel TNI juga masyarakat mengantar jenazah dan menyaksikan prosesi pemakaman jenderal yang wafat setelah berjuang melawan kanker usus yang dideritanya.

Prosesi pemakamannya dilakukan secara militer dipimpin Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman selaku Inspektur Upacara. Tembakan salvo mengawali turunnya jenazah ke liang lahat.

Tampak kerabat dekat almarhum yang berada di bawah tenda melepas kepergian almarhum George Toisutta. Hadir pula Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Wakapolda Sulsel Brigjen Polisi Adnas, Dandim 1408/BS Makassar Letkol Inf Andrianto. Juga ada Jenderal TNI Purnawirawan Gatot Nurmantyo, eks panglima TNI.

Hujan mengguyur setelah beberapa saat saat jenazah masuk ke liang lahat. Prosesi pemakaman selesai bertepatan dengan kumandang adzan maghrib.

Jenderal TNI Gatot Nurmatyo saat ditemui awak media hanya bicara singkat.

"Beliau adalah sosok tauladan yang baik," ujarnya singkat.

Senada dengan Gatot, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman juga menilai, almarhum George adalah pelatih, guru yang tegas dan memberikan tauladan yang baik.

"Saya merasakan betul karena beliau adalah seorang pelatih, guru jadi teman-teman saya gak ada yang tidak kenal beliau. Karena dia adalah pelatih, guru yang tegas tapi dia juga berikan tauladan yang bagus. Saya pikir itulah yang harus kita tauladani bersama, oleh generasi muda," kata Tatang Sulaiman.

Dia menjelaskan, pengabdian almarhum cukup lengkap khususnya di AD. Mulai dari karir komandan pleton hingga Kasad.

Kata Tatang, lima kali almarhum menjabat panglima. Masing-masing Panglima Komando operasi di Aceh, Panglima divisi, Pangdam Cendrawasih, Pangdam III/Siliwangi dan Pangkostrad.

"Itu (jabatan) jarang yang bisa seperti itu. Artinya, memang beliau berprestasi. Oleh karena itu kita semua terutama bagi TNI AD merasa kehilangan dengan kepergian beliau. Begitu besar jasa-jasanya di TNI AD. Mudah-mudahan semua amal baktinya diterima oleh Allah SWT," ujar Tatang Sulaiman.

Wakasad menambahkan, dari jasa-jasanya itu almarhum telah mendapat banyak penghargaan berupa bintang-bintang saat masih aktif semasa hidupnya. Dan upacara militer mengantar ke tempat peristirahatan terakhir juga adalah bentuk penghormatan dari pemerintah, negara dan terutama dari TNI AD. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini