Gas elpiji 3 Kg meledak di dapur, 3 orang luka & 1 bocah meninggal
Merdeka.com - Warga Jalan Bulak Banteng Lor Gg IV, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, dikejutkan suara ledakan keras keluar dari rumah nomor 82 milik Salma. Diduga, ledakan itu berasal dari elpiji 3 Kg yang berada di dapur rumah perempuan tersebut.
Akibat peristiwa tersebut, dinding belakang rumah Salma roboh. Tak hanya itu, anak Salma, Putri (7), meninggal dunia akibat ledakan itu. Untuk korban luka, dialami Salma, orang tua Salma, Apiyah (65), dan teman main Putri, Dinar (7). Ketiganya langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Mendengar ledakan itu, warga di sini (Bulak Banteng Lor) langsung keluar rumah dan mendatangi sumber ledakan," terang Ketua RT setempat, Fatkur, Rabu (13/5).
Saat warga berada di lokasi, lanjut dia, ternyata di dalam rumah ada tiga orang mengalami luka bakar dan satu anak meninggal. "Kemudian warga melapor polisi di Polsek Kenjeran," katanya.
Selanjutnya, tim identifikasi dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan pihak Polsek Kenjeran datang ke lokasi kejadian dan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Lyli Djafar mengatakan, dari hasil olah TKP sementara, ada dugaan terjadi kebocoran pada gas elpiji yang berada di dapur rumah Salma.
Namun, untuk kepastian pemicu ledakan itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. "Jadi masih dalam penyidikan. Diduga kuat, kejadian itu karena elpiji yang meledak, tetapi belum diketahui pemicunya," tandas Lily. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya