Gara-gara sampah, sejumlah jalan di Depok tergenang banjir
Merdeka.com - Sejumlah ruas jalan di Depok, Jawa Barat tergenang banjir setelah didera hujan deras selama dua jam. Titik genangan terjadi di Jalan Arif Rahman Hakim, Beji. Ketinggian air mencapai 20-30 cm.
Selain itu, banjir juga terlihat di bawah terowongan dipo kereta, Jalan Raya Citayam. Kawasan tersebut memang kerap banjir jika hujan lebat. Genangan air terjadi lantaran banyaknya sampah sehingga menyumbat drainase.
Salah satu warga Citayam, Nunu (34) mengatakan wilayah itu memang langganan banjir apalagi jika intensitas hujan tinggi.
"Di bawah terowongan Dipo memang banjir terus. Kalau hujannya sebentar tapi deres jadi banjir," katanya, Senin (11/12).
Genangan disebabkan aliran air tersendat. Pasalnya di bawah terowongan disinyalir banyak sampah sehingga menjadi salah satu penyebab banjir.
"Masih banyak warga yang buang sampahnya ke sini. Jadi air enggak ngalir karena tersumbat sampah," tambahnya.
Dia berharap Pemerintah Kota Depok dapat segera mengatasi permasalahan tersebut. Karena setiap tahun dan saat ini jika sudah hujan deras, wilayah itu tergenang air.
"Sekarang bukan lagi tahunan, tapi kalau hujan sebentar aja pasti tergenang. Saya harap Pemkot Depok dapat segera atasi masalah ini," ucapnya.
Warga lain Dusnadi (41) mengatakan wilayah yang kerap banjir saat hujan tiba adalah Jalan Arif Rahman Hakim. Genangan air mencapai setinggi 20-30 cm. Drainase yang buruk dinilai menjadi pemicu terjadinya genangan air.
"Di sini kalau hujan deras, sekarang langsung banjir. Selokannya mampet, jadi air meluap," katanya.
Ia pun berharap pemerintah bisa mencari cara agar banjir tidak datang lagi. Selain itu warga juga diharapkan timbul kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan.
"Sampah yang nyumbat mengakibatkan air enggak jalan. Drainasenya juga buruk. Kalau menurut saya kurang lebar dan besar sehingga air mudah luber ke jalan," tandasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Depok Manto Djorgi mengatakan bila dibandingkan dengan tahun 2015 ada 56 titik, tahun 2016 menjadi 45 titik dan 2017 catatan menjadi 36 titik banjir.
"Meski demikian, kami tetap pantau dan berupaya mengatasi masalah tersebut," katanya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya