Gara-gara Rumah, Ayah di Palembang Gugat Anak Semata Wayang

Jumat, 29 November 2019 00:34 Reporter : Irwanto
Gara-gara Rumah, Ayah di Palembang Gugat Anak Semata Wayang ilustrasi pengadilan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Gara-gara sengketa rumah, seorang ayah di Palembang, Kamil (66) menggugat anak kandungnya sendiri, Siti Maimunah (43) ke pengadilan. Hakim pun meminta keduanya melakukan mediasi agar kasus ini tak berlanjut.

Kasus itu terungkap dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Kelas IA Palembang, Kamis (28/11). Sidang ini dipimpin majelis hakim Abu Hanifah.

Kuasa hukum penggugat, Dedi Heriyansyah menjelaskan, kliennya meminta hakim membatalkan sertifikat dan akta rumah atas nama tergugat yang berlokasi di Jalan Sultan Sahrir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Sebab, penggugat tidak pernah merasa memberikan akta tanah kepada tergugat.

"Sertifikat rumah itu atas nama tergugat, yakni anak klien kami. Padahal, akta hibah tak pernah diberikan, makanya kami menggugat pembatalan sertifikat," ungkap Dedi.

Menurut dia, rumah itu sebenarnya milik tergugat dan istri pertamanya sekaligus ibu tergugat. Dua tahun setelah istrinya meninggal dunia pada 2013 lalu, penggugat menikah lagi dan mengontrak ke tempat lain.

"Tapi sekarang klien kami sakit-sakitan, tidak bisa kerja lagi, sekarang saja tinggal di rumah kontrakan," kata Dedi.

Dikatakannya, penggugat dan tergugat pernah membicarakan kasus ini secara kekeluargaan. Hanya saja, tidak ada solusi lantaran anak semata wayang kliennya ngotot memiliki rumah tersebut.

"Klien kami tidak banyak minta, bisa saja rumah itu dijual dan hasilnya dibagi saja, intinya tidak ada yang dirugikan," kata dia.

1 dari 1 halaman

Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Sementara itu, kuasa hukum tergugat, Sondang tidak banyak berkomentar terkait masalah ini. "Kita ikuti saja dulu prosesnya," kata Sondang singkat.

Hakim ketua, Abu Hanifah meminta kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Dirinya akan kembali menjadwalkan sidang berikutnya setelah proses mediasi selesai.

"Saya minta diselesaikan baik-baik dulu, sidang dilanjutkan jika mediasi selesai," kata dia. [fik]

Baca juga:
Kondisi Rumah Usang di Tengah Apartemen Thamrin
Tolak Rumah Dibongkar Satpol PP, Warga Cisarua Gelar Aksi Bakar Ban
Gara-gara warisan, 4 anak gugat ibu kandung berusia 78 tahun Rp 1,6 M
Hakim usul kasus Cicih digugat 4 anak kandung diselesaikan kekeluargaan
Cerita Ani 2 kali gugat orang tua dalam kasus sengketa rumah

Topik berita Terkait:
  1. Rumah Sengketa
  2. Palembang
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini