Gara-Gara Corona, Ekspor Ikan dari Nelayan Aceh ke China Terhenti

Kamis, 9 April 2020 01:04 Reporter : Afif
Gara-Gara Corona, Ekspor Ikan dari Nelayan Aceh ke China Terhenti Ilustrasi. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada nelayan di Aceh. Ekspor ikan ke China terhenti. Nelayan harus putar otak agar berpenghasilan dan tidak merugi. Sehingga mereka memutuskan melakukan one day fishing atau hanya berlayar satu hari untuk mencari ikan.

Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek mengaku masih ada nelayan yang melaut seperti biasa. Tetapi hanya dilakukan nelayan yang menggunakan kapal ikan di bawah 15 GT.

"Tetapi sifatnya pergi pagi pulang malam atau sore, one day fishing," kata Miftach Cut Adek, Rabu (8/4).

Sedangkan kapal ikan berkapasitas di atas 15 GT memutuskan berhenti melaut. Ini dampak harga ikan lagi tidak bergairah, karena tidak bisa mengekspor ke luar negeri. Seperti mengekspor ke China, Jepang maupun Korea Selatan.

"Yang biasanya diekspor ke luar negeri oleh toke-toke besar antara lain ikan tuna, udang, ikan terapu, dan ikan-ikan yang dibutuhkan restoran luar negeri, sekarang permintaan sudah kurang, tidak ada lagi malah," jelasnya.

Menurutnya, bila kapal ikan di atas 15 GT tetap melaut akan merugi. Karena jangkauan kapal tersebut melaut cukup luas dan memakan waktu rata-rata satu minggu.

Biasanya pengusaha kapal besar, sebutnya, mengekspor ikan melalui Aceh langsung atau Medan, Sumatera Utara. Karena jalur ekspor sudah ditutup akibat corona, pengiriman pun terhenti.

"Dampak corona sangat jelas sekali, akibat tidak adanya permintaan ikan dari pasar kita. Pasar kita ada dua, Medan dan luar negeri. Jadi sekarang juga tidak ada permintaan dari Medan, karena Medan juga mengekspor ke luar negeri, seperti China, Jepang, Korea," sebut dia.

Kendati demikian, katanya, ada beberapa pengusaha luar negeri mulai meminta ekspor ikan dari Aceh. Ini usai kondisi China dan beberapa negara lainnya mulai berkurang terjangkit corona. Karena ada sejumlah restoran mulai beroperasi kembali.

"Kendala kita sekarang akses transportasi ke luar negeri ditutup. Kondisi ini juga memberi dampak kepada mereka," jelasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini