Gara-Gara Burger Tak Sesuai Gambar, KFC Palopo Digugat Konsumen Rp4 M
Merdeka.com - Seorang warga bernama Erwin Sandi melayangkan gugatan wanprestasi ke Pengadilan Negeri Palopo kepada Kentucky Fried Chicken (KFC) Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Erwin menggugat KFC Palopo sebesar Rp4 miliar karena merasa dibohongi terkait menu pesanan burger yang tidak sesuai dengan gambar tertera.
Erwin Sandi mengaku pihaknya mengajukan gugatan wanprestasi kepada KFC Palopo di PN Palopo pada Senin (10/1) lalu. Gugatan tertuang bernomor perkara: 3/Pdt/G/2022/Pn Plp.
"Sudah masuk (gugatannya) hari Senin kemarin. Saat mediasi beberapa waktu lalu kan kami menyampaikan empat poin tuntutan, dan dari empat itu satu tidak bisa dipenuhi pihak KFC," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (13/1).
Erwin mengatakan satu poin tuntutan yang tidak dipenuhi oleh KFC Palopo yakni permintaan maaf secara terbuka. Sementara, tiga tuntutan lainnya dipenuhi oleh KFC yakni perbaikan layanan konsumen dengan tidak menjual produk yang tak lengkap, memberi makan anak yatim setiap Jumat minimal lima panti asuhan di Palopo selama sebulan, dan KFC tidak memecat karyawan yang terkait dengan persoalan ini.
"Untuk poin keempat manajemen KFC hanya menyampaikan permohonan maaf secara pribadi saat mediasi November lalu. Tuntutan kita kan permohonan maaf secara terbuka," bebernya.
Berdasarkan data diberikan Erwin Sandi kepada Merdeka.com, gugatan merujuk Pasal 62 Ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan denda sebesar Rp2 miliar. Selanjutnya Erwin Sandi sebagai penggugat menuntut pula kerugian immateril sebesar Rp2 miliar kepada tergugat 1 KFC Palopo.
"Sebenarnya tuntutan kita engga sampai segitu. Tapi inikan Undang Undang yang mengatakan itu, jadi kita ikuti saja dan serahkan ke hakim pengadilan yang memutuskan," tuturnya.
Awal Mula Kasus
Sekadar diketahui, kasus ini berawal saat Erwin Sandi membelikan burger untuk anaknya melalui aplikasi GoFood pada counter KFC Kota Palopo. Erwin Sandi mengaku waktu itu pesanan burger datang sesuai dengan gambar pesanan yang tertera di aplikasi.
"Hari Sabtu (13/11) anak saya minta lagi untuk dibelikan burger, sehingga saya memesan lagi melalui aplikasi GoFood. Tapi burger pesanan yang datang tidak sama dengan gambar yang tersedia di aplikasi. Saat itu saya masih memaklumi," kata dia.
Berselang tiga hari, Erwin kembali memesan burger yang sama karena anaknya meminta. Namun, ternyata pesanan tersebut untuk kedua kalinya tidak sesuai dengan gambar yang tertera diaplikasi layanan GoFood.
"Karena tak sesuai pesanan, anak saya marah dan menangis. Saya kesal dan mencoba untuk menghubungi nomor layanan konsumen, tapi ternyata nomor itu tidak berfungsi," tuturnya.
Setelah kejadian tersebut, dirinya mengunggah cuitan terkait keluhan pesanan burger di KFC Palopo. Unggahan tersebut, ternyata viral dan mendapatkan respon dari warga lainnya yang juga merasakan kejadian serupa.
"Setelah menjadi sorotan, manager area Sulawesi menghubungi saya untuk bertemu dan melakukan mediasi. Saat mediasi itulah saya menyampaikan empat tuntutan itu tadi," ucapnya.
Sementara itu, Manager KFC area Sulawesi, Darman yang coba dikonfirmasi tak merespon panggilan merdeka.com.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya