Ganjar ngaku tak pernah terima buku 'Jokowi Undercover' Bambang Tri
Merdeka.com - Penulis buku 'Jokowi Undercover', Bambang Tri Mulyono mengklaim dirinya pernah menitipkan dan memberi buku karyanya ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk diteruskan ke Presiden Joko Widodo.
Pernyataan klaim Ganjar pernah menerima buku itu pernah disampaikan kepada merdeka.com sebelum ditahan Mabes Polri di rutan Polda Metro Jaya, Jakarta.
Menjawab pertanyaan itu, Ganjar Pranowo mengaku dirinya merasa tidak kenal dan belum pernah jika dirinya diberi atau dititipi buku Jokowi Undercover untuk diserahkan ke Jokowi.
"Pernah yo? (Lah orangnya yang mana saya tidak tahu. Bukunya, buku apa?) Kayaknya belum mas. Aku mungkin lupa yoh. Dengan mas Bambang, Bambang sing ngendi yo? Lagi baca-baca apa itu yang pernah memarahi saya, ada panggilanya yah? Ketoke Bambang sopo? Blora? Adiknya Bambang Sadono? Oh mungkin bukan yah," ungkap Ganjar Pranowo usai mengikuti sidang paripurna di gedung Berlian DPRD Jateng Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/1).
Bahkan, Ganjar meminta untuk menanyakan kepada Bambang Tri, kapan dia memberikan buku 'Jokowi Undercover' kepada dirinya. Bila perlu, Ganjar menyatakan mau menerima buku 'Jokowi Undercover' yang saat ini ramai jadi pemberitaan di media mainstream, tidak hanya di media sosial lagi.
"Kalau yang itu kayaknya belum. Coba tanyain lagi kapan dia mengasihkan. Atau kalau mau dikasih aku gelem (saya mau)," ungkap politikus PDI Perjuangan ini.
Terkait soal pihak kepolisian sedang mengusut siapa aktor atau orang yang mendanai proses pembuatan buku itu, Ganjar mengaku sama sekali tidak mengetahuinya.
"Nggak tahu saya. Kalau saya cuman ngikuti di berita saja kalau dia nulis terus katanya ditawarkan ke percetakan nggak mampu, terus dia hanya cetak di fotokopi gitu saja sih," ujar dia.
Ganjar menilai buku 'Jokowi Undercover' karangan Bambang Tri yang disusun hanya berdasarkan dan mengambil beberapa foto dan kutipan-kutipan dari media sosial sangat lucu.
"Ndak, maksud saya kalau kita buku yang bener sih mas ya. Kalau cuman ngutip yang ada di media sosial gitu ya menurut saya kok ya lucu. Kecuali itu memang untuk bercandaan itu bolehlah," terangnya.
Ganjar mencontohkan, beberapa bukunya salah satunya buku berjudul Gubernur Jelata, buku itu ditulis oleh seorang seniman dan budayawan dari Yogyakarta Agus Becak. Dalam buku itu berisi tentang anekdot, cerita lucu dan pengalaman Ganjar yang unik selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.
Berbeda dengan buku 'Jokowi Undercover', dalam buku itu Ganjar menilai berisi tuduhan-tuduhan yang mengerikan tetapi hanya diambil bahanya dari beberapa kutipan media sosial. Di situ menurutnya letak kelucuan kualitas buku Bambang Tri yang harus dipertanyakan.
"Kayak buku saya yang ditulis Agus Becak itu ngutip dari sana isinya bercandaan boleh. Tapi kalau seperti tuduhan-tuduhan yang mengerikan bersumber dari itu apalagi anonim ya jangan," tandasnya.
Soal proses hukum terkait kasus diskusi 'Jokowi Undercover' yang pernah dilakukan Bambang Tri di Pendopo Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Ganjar mempercayakan sepenuhnya pada pihak Polri.
"Wah itu urusanya polisi saja. Saya kira dan saya yakin polisi bisa bekerja dengan baik," pungkas Ganjar. (mdk/gil)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya