Ganggu perjalanan kereta, belasan lapak PKL di Solo dibongkar
Merdeka.com - Belasan lapak pedagang kaki lima (PKL) dibongkar paksa Satpol PP Kota Solo, Senin (3/7). Lapak dirobohkan tersebut berada di sepanjang perlintasan kereta api (KA) di sekitar Stasiun Solo Kota dan Pasar Sangkrah, Pasar Kliwon.
Pembongkaran dilakukan lantaran keberadaan PKL tersebut mengganggu jalur perlintasan KA atau Railbus Batara Kresna relasi Solo-Wonogiri dan KA Wisata atau Sepur Kluthuk Jaladara. Pembongkaran merupakan bagian dari rencana penataan kawasan wisata Sangkrah.
"Penataan ini kami lakukan karena ada rencana revitalisasi Pasar Sangkrah yang akan difungsikan sebagai pasar wisata. Pasar Sangkrah akan dijadikan pusat oleh-oleh khas Kota Solo. Lokasi sekitarnya akan kami tata untuk menunjang pariwisata Kota Solo," ujar Kepala Dinas Perdagangan, Subagiyo.
Subagiyo menegaskan, lokasi penggusuran akan dikembalikan fungsinya seperti semula, yakni sebagai saluran drainase, taman dan jalur lambat. Sebab, selama ini keberadaan lapak PKL mengganggu pemandangan dan tidak sesuai dengan tata kota.
Dalam pembongkaran tersebut tim gabungan berjumlah 35 personel juga dibantu para pemilik lapak. Sedikitnya 13 bangunan semi permanen dirobohkan akan dipindahkan ke lokasi lain. Untuk pedagang kuliner akan dipindahkan ke pusat jajanan malam, Galabo. Sementara untuk pedagang barang bekas akan dipindahkan ke Pasar Klitikan Notoharjo, Semanggi.
Kepala Satpol PP, Sutardjo menambahkan, sebelumnya Pemkot Solo telah mencapai kesepakatan dengan pedagang untuk pindah ke lokasi baru. Sehingga penertiban bisa berjalan lancar.
"Setelah dibongkar kami antarkan barang-barang milik pedagang ke rumah maupun ke lokasi pedagang yang baru," katanya.
Sutardjo mengaku akan melakukan pengawasan terhadap lingkungan steril PKL itu. Yakni dengan melakukan patroli untuk memastikan tidak ada pedagang yang kembali ke lokasi tersebut. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya