Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

GAMKI Ikut Berduka Atas Meninggalnya Mbah Moen

GAMKI Ikut Berduka Atas Meninggalnya Mbah Moen Jenazah mbah moen dibawa ambulans. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) terpilih, Sahat Martin Philip Sinurat, turut berduka cita atas wafatnya Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimun Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen.

Menurut Sahat yang baru terpilih pada Kongres XI GAMKI pada hari Minggu (4/7) lalu, Mbah Moen adalah salah satu tokoh Islam berpengaruh yang menjadi tempat bercerita para tokoh nasional serta panutan para kaum muda. Karena itu, wafatnya Mbah Moen merupakan sebuah kehilangan tidak hanya bagi keluarga besar NU ataupun umat Islam, melainkan juga bagi segenap rakyat Indonesia.

"Beliau selalu terlihat tenang dan menebarkan hawa sejuk saat menghadapi berbagai persoalan. Aktif politik sejak era 80-an, beliau menampilkan politik kenegaraan yang berbasis pada pengabdian, bukan kepentingan partisan," ujar Sahat yang terpilih mendampingi Ketua Umum DPP GAMKI, Willem Wandik kepada wartawan, Rabu (7/8).

sahat martin philip sinurat©2019 Merdeka.com/istimewa

Menurut alumni S1 dan S2 dari ITB ini, di tengah kondisi politik Indonesia saat ini yang berhadapan dengan kepentingan kelompok partisan, Indonesia akan sangat merindukan petuah dan nasihat dari Mbah Moen.

"Kami berharap generasi politik kaum muda saat ini dapat meneruskan jejak perjuangan politik beliau yang mengutamakan etika, moral, persatuan, dan pengabdian," ujar Sahat yang pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI Masa Bakti 2016-2018 ini.

"Semoga keluarga besar NU dan kita semua juga dapat kuat melalui masa berduka ini. Doa dan salam hormat dari kami keluarga besar angkatan muda Kristen di seluruh Indonesia," pungkasnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP