Fraksi PKS Beri Dukungan ke Korban Teror Bom Sri Lanka: We Stand With You

Selasa, 23 April 2019 22:00 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Fraksi PKS Beri Dukungan ke Korban Teror Bom Sri Lanka: We Stand With You Serangan bom di Sri Lanka. ©REUTERS/Athit Perawongmetha

Merdeka.com - Fraksi PKS DPR menyampaikan belasungkawa dan duka cita kepada keluarga korban dan seluruh rakyat Sri Lanka atas insiden ledakan bom di tiga gereja dan empat hotel. Sampai saat ini, korban tewas akibat serangan bom itu mencapai 310 orang dan 500 lainnya menderita luka-luka.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan, rakyat Indonesia bersama rakyat Sri Lanka merasakan kepedihan atas jatuhnya ratusan korban jiwa akibat tindakan biadab teroris tersebut.

"Atas nama Fraksi PKS dan rakyat Indonesia kami ucapkan duka cita mendalam atas tragedi ini. Sungguh peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat ditolelir atas nama apapun. Kita semua berharap rakyat Sri Lanka tetap kuat," kata Jazuli melalui siaran persnya, Selasa (23/4).

Anggota Komisi I DPR ini menegaskan teroris adalah musuh bersama kemanusiaan. Sebab, para teroris tidak hanya menyerang satu negara, tetapi juga seluruh umat manusia.

"Kita semua marah dan mengutuk tindakan biadab ini. Teroris di manapun tidak punya agama dan tidak ada kaitannya dengan agama. Mereka sengaja mencampakkan nilai-nilai agama dan kemanusiaan dari muka bumi. Oleh karena itu terorisme menjadi musuh seluruh umat manusia dan wajib kita berantas bersama," tegas Jazuli.

Jazuli berharap Pemerintah Sri Lanka dapat mengusut kasus ini secara tuntas, menangkap otak dan pelakunya serta memberikan hukuman yang setimpal.

Dia memastikan pemerintah dan rakyat Sri Lanka mendapatkan simpati dan dukungan dunia atas tragedi ini khususnya dari Indonesia. "Sri Lanka we stand with you," pungkasnya.

Sebelumnya, Juru bicara kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera, hari ini mengatakan korban tewas serangan bom bunuh diri ke gereja dan hotel dua hari lalu kini bertambah menjadi 310 orang. Sejumlah orang tewas dalam semalam setelah luka parah.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (23/4), sekitar 500 orang terluka dalam serangkaian serangan bom itu.

Hari ini Sri Lanka memulai hari berkabung nasional dengan mengheningkan cipta selama tiga menit pada pukul 08.30 waktu setempat. Di sejumlah gedung pemerintahan bendera setengah tiang dikibarkan. Orang-orang menunduk dalam diam seraya mengheningkan cipta setelah peristiwa yang mengguncang dua hari lalu hingga memicu kemarahan dunia internasional.

Sebanyak enam bom meledak pada Minggu paskah sekitar pukul 08.30 di sejumlah hotel dan gereja saat jemaat tengah menjalankan ibadah Paskah.

Aparat berwenang mengatakan 40 orang sudah ditangkap karena diduga terlibat dengan serangan bom itu. Pemerintah Sri Lanka menuding kelompok militan lokal Jemaah Tauhid Nasional sebagai pelaku serangan.

Sebagian besar warga yang ditangkap adalah orang Sri Lanka tapi Gunasekera mengatakan polisi juga sedang menyelidiki keterlibatan warga asing dalam serangan yang dilakukan tujuh pengebom bunuh diri itu. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini